Thailand dan Sri Lanka Larang Pelancong Sejumlah Negara Afrika

Thailand dan Sri Lanka Larang Pelancong Sejumlah Negara Afrika
Ilustrasi - Jarum suntik medis dan botol terlihat di depan teks Omicron (B.1.1.529): SARS-CoV-2 di latar belakang. (ANTARA/Pavlo Gonchar / SOPA Images via Reuters/Sipa USA/pri.

Bangkok – Otoritas Thailand dan Pemerintah Sri Lanka melarang pelancong sejumlah negara Afrika yang ditetapkan sebagai area berisiko tinggi varian COVID-19 Omicron.

Thailan melarang delapan negara, sedangkan Sri Lanka melarang enam negara Afrika.

Otoritas Thailand mulai Desember perjalanan dari Botswana, Eswatini, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan dan Zimbabwe akan dilarang, kata pejabat senior kesehatan Opas Karnkawinpong pada jumpa pers.

Thailand akan menutup pendaftaran wisata dari negara-negara yang disebutkan mulai Sabtu.

Pengumuman itu muncul saat sejumlah negara-negara di Asia memperketat perbatasan karena khawatir dengan varian B11529. Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan Omicron sebagai “varian yang diwaspadai”, menyebutkan bahwa varian itu kemungkinan lebih cepat menular dibanding varian lainnya.

“Kami telah memberitahu maskapai dan negara-negara tersebut mengenai ini,” kata Opas.

Ia menambahkan bahwa pelancong dari negara-negara Afrika lainnya tidak diizinkan untuk memanfaatkan skema perjalanan bebas karantina Thailand yang diperuntukkan bagi penerima vaksin COVID-19.

Baca Juga: WHO Beri Nama Omicron Varian Baru COVID-19 Asal Afrika Selatan, Patut Diwaspadai

Sedangkan, Pemerintah Sri Lanka mengatakan pada Sabtu, akan menutup akses bagi para pelancong dari enam negara di bagian selatan Afrika terkait kekhawatiran atas virus COVID-19 varian Omicron.

Mulai Senin, para pelaku perjalanan yang datang dari Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, dan Eswatini tak akan dapat memasuki negara tersebut, menurut sebuah pernyataan pemerintah.

Para pelancong yang tiba dari keenam negara tersebut dalam dua hari terakhir akan harus menjalani karantina wajib selama 14 hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat mengumumkan bahwa varian baru virus corona menjadi sesuatu “yang diperhatikan”.

Varian itu pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada Rabu dan telah ditemukan di Botswana, Belgia, Hong Kong, dan Israel. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.