PendidikanTerkini
Trending

Tim Pengabdian FKIP UMRAH Gelar Workshop Pengembang Bahan Ajar

Tanjungpinang, Ulasan. Co – Tim Pengabdian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji (FKIP UMRAH) menggelar pelatihan pengembangan bahan ajar di SMAN 4 Tanjungpinang pada Rabu (9/9).

Tim yang dipandu langsung oleh Assist. Prof. Trisna Amelia, M.Pd dan Assist. Prof. Inelda Yulita, M.Pd selaku dosen FKIP UMRAH Itu menggelar pelatihan berupa pengembangan bahan ajar Biologi dan Kimia dengan konteks kemaritiman dan berbasis literasi sains.

Acara webinar dibuka oleh Assist. Prof. Trisna Amelia, M.Pd yang juga merupakan ketua Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) serta diikuti oleh 60 orang peserta.

Menurut Trisna, jumlah peserta yang mendaftar webinar adalah 83 orang, namun karena kendala jaringan, maka yang bergabung di link zoom pada saat kegiatan berlangsung hanya 60 orang. Pada umumnya peserta berasal dari kalangan guru se-Kepulauan Riau, dan beberapa diikuti oleh dosen serta mahasiswa.

Trisna mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari webinar yang telah dilakukan tanggal 24 Agustus 2020.

Agenda workshop tersebut merupakan kelanjutan dari webinar yang telah dilakukan tanggal 24 Agustus 2020. Sebelumnya, pada tahun 2019 agenda pengabdian ini juga telah dilakukan di SMAN 4 Tanjungpinang, dengan tema pelatihan membuat desain pembelajaran. Dan di tahun ini 2020, pengabdian ini dilanjutkan dengan tema pelatihan pembuatan bahan ajar,” jelas Trisna.

Lanjut Trisna, kegiatan webinar tersebut menghadirkan 2 narasumber yakni Dr.rer.nat. Ahmad Mudzakir, M.Si dari Universitas Pendidikan Indonesia yang mengangkat tema pengembangan bahan ajar biologi dan kimia berbasis literasi sains dan Dr. Ani Suryanti, M.Si dari Universitas Maritim Raja Ali Haji yang mengangkat tema pentingnya literasi kelautan dan wawasan kemaritiman: tantangan dan peluang di bidang pendidikan.

“Narasumber pertama memaparkan bahwa pentingnya literasi dalam pembelajaran sains, membekali siswa menggunakan sains dalam kehidupan sehari-hari melalui bahan ajar. Literasi sains bersifat multi dimensi, bukan hanya pemahaman terhadap pengetahuan konten sains saja, melainkan juga pemahaman terhadap proses penyelidikan sains, serta rasional bagi proses-proses yang dilakukan dalam sains untuk mendapatkan pengetahuan.
Narasumber kedua memaparkan potensi kemaritiman dan kelautan daerah Kepulauan Riau yang dapat diangkat menjadi bahan ajar pada pembelajaran Biologi dan Kimia. Acara diikuti dengan antusias oleh peserta, dengan munculnya banyak pertanyaan baik secara live maupun secara tertulis kepada panitia, lalu peserta juga menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan,” lanjut Trisna, Rabu (9/9).

Sementara itu, Assist. Prof. Inelda Yulita, M.Pd. yang juga merupakan anggota PKMS mengatakan bahwa kegiatan tersebut dapat diakses oleh banyak pihak.

“Kegiatan webinar bisa diakses oleh guru-guru se-Kepulauan Riau, namun kegiatan workshop hanya untuk sekolah sasaran dulu, yaitu SMAN 4 Tanjungpinang. Hal ini dikarenakan keterbatasan sumberdaya dan dana,” papar Inelda.

Lanjut Inelda, pelatihan tersebut dilaksanakan selama bulan September 2020 dengan beberapa kali pertemuan. Terdapat 5 orang guru biologi dan 3 orang guru kimia yang mengikuti workshop. Dalam kegiatan tersebut guru dilatih membuat bahan ajar berbasis literasi sainsĀ  yang bermuatan wawasan kemaritiman.

“Workshop berupa pemaparan bahan ajar yang baik dan pemberian contoh bahan ajar Biologi dan kimia yang berbasis literasi sains, yang kemudian dilanjutkan dengan pengembangan oleh para guru. Guru melakukan pengembangan secara berkelompok. Dengan harapan akan dihasilkan masing-masing satu bahan ajar berbasis literasi sains pada mata pelajaran Biologi dan Kimia dengan konteks kemaritiman,” lanjut Inelda.

Menurutnya, workshop tersebut memfasilitasi penguatan pemahaman konsep dasar sains, dan produk menghasilkan bahan ajar. Adapun bahan ajar yang layak dipublikasikan, akan difasilitasi tim PKMS untuk pengurusan ISBN atau hak ciptanya. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kinerja guru dalam mengembangkan bahan ajar, ujar ketua PKMS sebagai penutup workshop dihari pertama.

Pewarta: Chairuddin
Editor: Redaksi

Tags

Related Articles

Back to top button
Close