Tips Diet saat Puasa Selama Ramadan

Tips Diet Saat Puasa
Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Awal Bros Batam, dr. Brain Gantoro, SpGK, Mgzi,. (Foto: Ist)

BATAM – Selama bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa satu bulan penuh. Tak jarang momen Ramadan dimanfaatkan sebagian orang untuk diet, guna menurunkan berat badan.

Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Awal Bros Batam, dr. Brain Gantoro, SpGK, Mgzi memberikan tips diet saat puasa Ramadan. Ia mengatakan, saat awal-awal bulan puasa berat badan cenderung turun hingga dua minggu.

“Karena kita belum terbiasa makan sahur, sehingga jumlah makan di sahur itu kurang,” kata Brain, Ahad (26/03).

Namun, seiring kebiasaan makan sahur, lama-lama hal ini akan menjadi terbiasa dan saat makan sudah mulai banyak, berat badan akan naik kembali. “Mula-mula itu turun, nanti naik lagi. Kalau sahurnya cukup,” kata dia.

Menurut Brain, untuk diet saat Ramadan harus mengusahakan minum minimal tiga gelas saat bersantap sahur.

“Waktu sahur bisa pakai jus, tambah lagi segelas susu juga bisa. Intinya saat sahur itu minum minimal tiga gelas atau dua gelas cukup, karena kita akan tidak minum dan makan kurang lebih 14 jam. Tidak boleh [minum] kopi,” kata dia.

Untuk makan menurutnya takada larangan, ia menganjurkan untuk makan makanan yang disukai. “Tapi kalau dia penderita diabetes jangan dipaksa makan gula,” kata dia.

Saat berbuka, ia mengatakan minuman atau makanan yang dikomsumsi harus ada gula dan cairan.

“Karena sudah 14 jam tidak masuk cairan pasti kita akan menjadi dehidrasi,” kata dia.

Menurutnya, cairan yang diminum jangan sampai dua gelas, karena saat berbuka kondisi lambung dalam keadaan kempes.

“Tiba-tiba diterjang langsung dengan lebih dari dua gelas itu kaget dia. Jangan lebih dua gelas, boleh teh manis, itu pun jangan minum sekencang kencangnya. Jangan diterjang dengan kecepatan tinggi,” kata dia.

Menurut, harus gula saat berbuka, karena saat puasa kadar gula darah turun, sehingga perlu diberikan gula saat berbuka, supaya mencegah untuk makan kalap.

“Gula darah itu gunanya untuk mengendalikan nafsu makan juga sebenarnya, untuk orang yang sehat,” kata dia.

Salah satu makan makanan yang mengandung gula, yakni kurma, dan kolak. Menurutnya, konsumi kurma bagi penderita diabetes satu saja, untuk yang tidak diabetes bisa tiga sampai lima.

“Kolak boleh sedikit, tapi jangan sampai lebih satu mangkok kolaknya. Setelah itu ditunggu nanti gula darahnya itu naik, karena kita makan makananan yang mengandung gula. Kita sebut dia karbohidrat simpel,” kata dia.

Menurutnya dengan mengonsumsi gula yang cukup, ibadah menjadi lebih tenang. “Selesai salat orang tidak akan kelaparan, karena gula sudah kita naikkan, cairan sudah kita kembalikan, walaupun tidak banyak,” kata dia.

Baca juga: Tips Puasa saat Cuaca Panas

Baca juga: Tips Kulit Tetap Sehat dan Cerah saat Puasa

Usaisalat magrib, ia menganjurkan minum satu gelas dan makan apapun yang disukai. Menurutnya takada masalah dengan makanan apa pun.

“Kita harus selalu berpikir makan secukupnya, berhenti sebelum kenyang,” kata dia.

Selesai salat isya, ia mengatakan bisa minum yang mengandung kalori seperti susu, bagi yang biasa minum susu.

Usai salat tarawih, harus minum air lagi dan juga sebelum tidur. Menurutnya, malam sebelum tidur boleh makan camilan berat yang mengandung karbohidrat banyak, seperti nasi, lontong, mi, bihun, kentang, ubi, roti.

“Tak masalah sebenanrnya, cuma di agak-agak, makan cukup berhenti sebelum kenyang dan juga minum yang cukup,” tutupnya. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News