BINTAN – Tokoh masyarakat Bintan, Syamsir, menyoroti kondisi air mancur Tasek Gemilang di Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, yang kini tak lagi berfungsi. Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan tidak membiarkan fasilitas hiburan publik tersebut rusak begitu saja.
“Sayang kalau dibiarkan. Air mancur itu dibangun dengan anggaran sekitar Rp12,2 miliar,” ujar Syamsir di Bintan, Senin 7 Juli 2025.
Menurutnya, jika Pemkab Bintan berencana memperbaiki air mancur, perencanaan dan pengelolaannya harus lebih matang agar tak kembali merugikan keuangan daerah. Ia menekankan pentingnya memperhatikan program-program prioritas yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, agar anggaran yang dikeluarkan tidak sia-sia.
“Kalau memang diperbaiki, jangan sampai terulang kerugian untuk kedua kalinya. Harus dikelola secara profesional,” tegasnya.
Syamsir menambahkan, saat air mancur Tasek Gemilang masih beroperasi, keberadaannya mampu menarik pengunjung dan mendorong aktivitas ekonomi, khususnya bagi pedagang kaki lima di sekitar kolam hingga kawasan Kijang City Walk (KCW).
“Air mancur ini bukan cuma hiburan, tapi juga berdampak positif bagi pelaku usaha kecil di sekitarnya,” katanya.
Baca juga: Ini Alasan Disperkim Bintan Biarkan Air Mancur Rp12,2 Miliar Sia-Sia
Ia juga menyarankan agar ke depan pengelolaan air mancur bisa diserahkan kepada pihak swasta. Hal ini dinilai lebih efisien dan mengurangi beban APBD dalam hal operasional yang terbilang cukup besar.
“Kita maunya dikelola secara baik. Kalau bisa swasta yang tangani, supaya tak terus-terusan menguras anggaran pemerintah,” tutup Syamsir. (*)


















