Wisata  

UMRAH-BRGM Bangun Wisata Mangrove di Pulau Bintan

Mangrove atau pohon bakau tumbuh subur di salah satu pulau di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. (Foto: Antara)

Tanjungpinang – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) akan membangun wisata mangrove di Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Rektor UMRAH Prof Agung Dhamar Syakti mengatakan, wisata mangrove akan dibangun di tiga lokasi di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan yang berada di Pulau Bintan.

Wisata mangrove atau pohon bakau sebagai upaya melestarikan mangrove yang saat ini dalam kondisi kritis, sekaligus menggali potensi ekonomi.

“Mangrove sejak dahulu sudah berkembang di pesisir Kepulauan Riau, khususnya Pulau Bintan. Bahkan mangrove tumbuh subuh di bibir perairan di dalam perkotaan sehingga dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang menarik,” ujarnya.

Agung mengatakan wisata mangrove sudah dibangun oleh sejumlah pengusaha pariwisata, namun belum banyak. Ekosistem mangrove yang tumbuh subur di bibir pantai akan kelihatan indah dan alami sehingga disukai oleh masyarakat perkotaan.

“Mangrove yang memiliki akar menjulang di atas air laut juga terlihat indah, selain dedaunan yang hijau memanjakan mata,” katanya.

Menurut dia, pelestarian mangrove merupakan kewajiban seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah. Negara juga melindungi mangrove sebagai ekosistem yang bermanfaat dalam kehidupan masyarakat.

Mangrove memiliki fungsi ekologis seperti mencegah abrasi pantai, tempat tinggal biota laut, mencegah intrusi air laut, dan penyaring alami.

Selain itu, mangrove juga menghasilkan karbon biru, yang diserap dan disimpan di dalam laut dan ekosistem pesisir. Karbon biru secara tidak langsung memiliki nilai ekonomis karena tersimpan pada lahan basah pasang surut.

Berbagai elemen masyarakat sudah menyadari pentingnya mangrove dalam kehidupan sehari-hari. Mereka kerap menanam bibit mangrove sepanjang tahun.

UMRAH dan BRGM RI juga akan menanam bibit mangrove di Tanjungpinang dan Bintan.

“Dosen dan mahasiswa UMRAH sudah melakukan penelitian terkait mangrove di Pulau Bintan,” pungkasnya.

Pewarta: Antara
Editor: Albet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *