Opini

Uniknya Ikan Kakatua (Scarus croicensis) yang Ternyata Memiliki Kelamin Ganda

Oleh Adam Fareel

Ulasan.co – Ikan kakatua (Scarus croicensis) yang berasal dari famili Scaridae ini tergolong hewan penghuni perairan karang. Memiliki ukuran tubuh beragam, mulai dari sedang sampai ukuran besar. Pada umumnya kakatua (Scarus croicensis) hidup di perairan tropis dan subtropis. Di kawasan Indo-Pasifik kelompok ikan tersebut sangat melimpah. Kelompok ini terdiri dari 90 species terdiri dari 10 genera yang sebagian besar dapat djumpai di perairan Indo -pasifik. Sejauh ini telah ditemukan 10 marga yang terdiri dari 90 jenis ikan kakatua yang tersebar di berbagai belahan bumi (PARENTI & RANDALL, 2000).

Namun, Ikan kakatua (Scarus croicensis) dapat dikenali dengan sangat mudah, yaitu misalnya melalui bentuk dan susunan gigi yang amat khusus. Semua gigi bergabung membentuk semacam flat, baik di rahang atas maupun di rahang bawah. bentuk tubuh dan corak warna juga amat spesifik sehingga siapapun dapat mengenali hewan ini secara mudah. Pada umumnya ikan kakatua hidup secara berkelompok dalam aktivitas harian, dan hanya beberapa jenis saja yang hidup sendiri-sendiri atau berpasangan. Sebagai hewan herbivora, ikan kakatua aktif di siang hari, dan hanya sedikit sekali dari hewan ini yang aktif dimalam hari.

Dan proses pemijahan dari ikan kakatua ini ditandai dengan suatu cara gerakan serentak ke permukaan oleh individu jantan dan seketika itu pula ikan betina pasangannya mengikuti. Telur dan sperma dibebaskan ketika melakukan gerakan naik dan setelah melepaskan kedua gonad jantan dan betina dengan cepat ikan kembali ke dasar. Telur yang dihasilkan berukuran kecil, berbentuk bulat mengapung di permukaan. Telur tersebut kemudian menetas menghasilkan larva, kemudian menyebar ke daerah perairan karang lain di sekitarnya atau daerah lebih jauh dari tempat asalnya. Pergerakan dari larva tersebut umumnya akan bersifat pasif mengikuti gerakan arus dan gelombang laut.

Larva kemudian berkembang menjadi ikan muda (juvenile) di habitat terumbu karang atau padang lamun.  Tapi apa yang menyebabkan ikan kakatua ini mempunyai kelamin ganda? Atau yang secara biologis sering disebut sebagai  “Hermaprodit”. Istilah ini digunakan untuk  memberi  nama organisme yang memiliki  alat kelamin jantan dan alat kelamin betina sekaligus, dimana kedua alat kelamin tersebut berfungsi dengan baik. Hewan hermaprodit secara morfologi memiliki ukuran, warna dan bentuk  yang sama, sehingga organisme hermaprodit  tidak dapat dibedakan jenis kelaminnya.

Ikan kakatua (Scarus croicensis) disebut sebagai “protogynous hermaprodit” yang dimana perubahan kelamin dari betina menjadi jantan. Proses diferensiasigonadnya berjalan dari fase betina ke fase jantan. Pada beberapa ikan yang termasuk golongan ini sering terjadi sesudah satu kali pemijahan, jaringan ovariumnya mengkerut kemudian jaringan testisnya berkembang. Siklus reproduksinya sebagai ikan betina yang berfungsi, kemudian berubah menjadi ikan jantan yang berfungsi. terdapat dua macam jantan yang berbeda. Ikan jantan pertama terlihatnya seperti betina tetapi tetap jantan selama hidupnya, sedangkan jantan yang kedua ialah jantan yang berasal dari perubahan ikan betina. Pada ikan-ikan yang mempunyai dua fase dalam satu siklus hidupnya, pada tiap-tiap fasenya sering didapatkan ada perbedaan baik dalam morfologi maupun warnanya.

Keadaan demikian menyebabkan terjadinya kesalahan dalam mendeterminasi ikan itu menjadi dua nama, yang sebenarnya spesies ikan itu sama. Misalnya pada ikan kakatua terdapat dua individu yang berwarna merah dan ada yang berwarna biru. Ternyata ikan yang berwarna merah adalah ikan betina, sedangkan yang berwarna biru adalah ikan jantan.

Hermaprodit protandri dan hermaprodit protogini sering disebut hermaprodit beriring. Pada waktu ikan itu masih muda mempunyai gonad yang berorganisasi dua macam seks, yaitu terdapat jaringan testis dan ovarium yang belum berkembang dengan baik. Proses suksesi kelamin dari satu populasi hermaprodit protandri atau hermaprodit protogini terjadi pada individu yang berbeda baik menurut ukuran atau umur, tetapi merupakan suatu proses yang beriringan.

Penulis Adam Fareel
Universitas Maritim Raja Ali Haji
Sumberdaya Perairan.

Related Articles

Back to top button