Update Longsor Serasan, 33 Orang Ditemukan Tewas, 21 Orang Masih Dicari

Longsor Serasan
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tewas tanah longsor Pulau Serasan, Natuna, Kepulauan Riau. (Foto: Tim SAR)

NATUNA – Tim tanggap darurat telah menemukan 33 orang tewas dan masih mencari 21 korban hilang bencana tanah longsor Pulau Serasan, Natuna, Kepulauan Riau.

Berdasarkan rilis resmi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, per Kamis (09/03) malam. Status bencana Pulau Serasan saat ini tanggap darurat dengan masa tujuh hari terhitung dari tanggal 06 Maret 2023.

Titik lokasi longsor dan evakuasi Dusun Genting, Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan.

Data meninggal 32 terindetifikasi, satu belum terindentifikasi, dinyatakan hilang 21 orang, korban kritis tiga orang.

Kemudian data pengungsi di PLBN 219 orang, Puskesmas 215 orang, Pelimpak & Masjid Alfurqon 500 orang, SMA 1 Serasan 282 orang. Total pengungsi 1.216 orang, serta rumah yang tertimbun 30 rumah.

Hari Kelima Pencarian

Tim SAR telah memasuki hari kelima operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pangkalan. Total tujuh alat berat eskavator dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi pada Jumat (10/03).

Sejumlah korban dampak longsor diperkirakan masih tertimbun puing rumah, tanah, serta pepohonan.

Rencana operasi hari ini dilakukan dengan membagi sejumlah unsur personel menjadi empat tim yang akan ditempatkan pada beberapa area yang berbeda. Rencananya, sebanyak dua eskavator akan digunakan untuk membuka akses jalan yang tertutup, dan dua eskavator lainnya akan menggali dan meratakan area 1 dan area 2.

Lebih dari 100 orang personel dari Basarnas, TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, serta Polri, termasuk Samapta Polda, Brimob, dan unsur Damkar, dikerahkan pada hari kelima untuk melibatkan upaya evakuasi korban dan pemulihan situasi di lokasi bencana.

Luas area A1 dan A2 yang menjadi titik utama pada hari kelima mencapai 3500 meter persegi.

Kondisi cuaca di lapangan dilaporkan berawan hingga mendung, dengan kondisi tanah yang basah dan berlumpur mengingat pada malam sebelumnya masih diguyur hujan ringan hingga sedang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna Abdul Rahman, melalui Komandan Basarnas Special Group Elvram berharap upaya SAR pada hari kelima ini kian efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan alat berat eskavator yang direncanakan telah tiba sejak malam sebelumnya.

“Alat berat eskavator telah tiba dari Ranai sejak malam kemarin sebanyak empat unit, menjadi total sebanyak tujuh unit alat berat tersedia di lokasi longsor. Hal ini akan sangat membantu tentunya,” kata Abdul Rahman.

Baca juga: Tanah Longsor di Perbatasan Negeri (Bagian 1/2)

Diperkirakan timbunan tanah longsor mencapai ketinggian tiga meter seluas lebih dari 9.000 meter persegi dari total 5 area A yang sudah ditentukan.

“Harapannya hari ini operasi SAR berjalan dengan baik dan lancar, tentunya dengan hasil maksimal,” ujarnya. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News