Viral! Masjid Jabal Nur Ditinggal 4 Tahun, Kini Kotor Bersemak dan Memprihatinkan

Masjid Jabal Nur ditinggalkan Jamaah berada di Kelurahan Gunung Lengkuas, Kabupaten Bintan, Kepri. (Foto: Andri Dwi Sasmito)
Masjid Jabal Nur ditinggalkan Jamaah berada di Kelurahan Gunung Lengkuas, Kabupaten Bintan, Kepri. (Foto: Andri Dwi Sasmito)

BINTAN – Masjid Jabal Nur di wilayah RT03/RW03, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), kini terlihat semakin memprihatinkan setelah jamaah meninggalkannya sejak sekitar tahun 2022.

Akibat ditinggalkan selama empat tahun, masjid tersebut tampak kotor, berdebu, dan dikelilingi semak belukar.

Kondisi rumah ibadah ini bahkan sempat viral di media sosial TikTok, sehingga warganet menyoroti minimnya perawatan terhadap masjid yang dulunya aktif digunakan jamaah.

Saat pantauan ulasan.co pada Jumat 5 Desember 2025, lantai masjid tampak berdebu dan kusam, sementara pintu masjid dibiarkan tidak terkunci.

Baca Juga: Warga Akhirnya Lega, Jembatan Kampung Beringin Sudah Aman Dilintasi Setelah Lama Ambruk

Selain itu, halaman masjid dipenuhi tanah merah kekuningan, dan rumput-rumput liar telah tumbuh tinggi menutupi sebagian area.

Tidak hanya itu, bak penampung air wudhu terlihat kering tanpa air, sedangkan rumah penjaga masjid dalam kondisi rusak berat. Dengan pintu yang sudah tidak utuh dan bagian dalam rumah yang kotor, penjaga masjid tidak lagi menempati bangunan tersebut.

Sekretaris Kerukunan Keluarga Tiku Pariaman (KKTP) Kabupaten Bintan sekaligus pengurus Masjid Jabal Nur, Azimir, menjelaskan bahwa KKTP membangun masjid berukuran sekitar 12 meter x 12 meter di lahan seluas 800 meter persegi pada tahun 2007.

Pada awalnya, masjid ini digunakan untuk salat lima waktu dan berbagai kegiatan keagamaan warga.

Menurutnya, masjid tersebut sempat menjadi pusat kegiatan Tahfidz Al-Qur’an pada periode 2018 hingga 2022. Namun, karena lokasinya berada di tengah kawasan hutan, jamaah perlahan meninggalkan masjid hingga tidak ada lagi yang melaksanakan salat lima waktu di sana.

Baca Juga: Razia Tambang Pasir Ilegal di Bintan, Petugas Tak Temukan Satu Pun Penambang

“Tapi, kita (KKTP Kabupaten Bintan) sering adakan kegiatan mengaji setiap bulan sekali,” ucap Azimir.

Ia menambahkan bahwa beberapa fasilitas masjid kini rusak, seperti rumah penjaga dan tempat wudhu. Kondisi itu membuat penjaga tidak bisa lagi menempati rumah tersebut, apalagi tanpa jamaah yang rutin beribadah.

“Kita sering gotong royong, bersih-bersih di Masjid Jabal Nur. Kita sering buat kegiatan mengaji setiap sebulan sekali,” sebutnya mengakhiri.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News