BATAM – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan produksi sektor pertanian dan perikanan di Kepri.
Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di ruang kerjanya, Gedung Graha Kepri Lantai 6, Batam, Rabu 5 November 2025.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Said Sudrajat itu, Wagub Nyanyan menyampaikan bahwa sektor pertanian dan perikanan harus menjadi pilar utama penggerak ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau.
Audiensi tersebut menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan KTNA dalam memperjuangkan kesejahteraan petani dan nelayan di Kepri.
Perwakilan KTNA menyampaikan rencana partisipasi mereka dalam Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan 2025 di Gorontalo pada Juni mendatang, sekaligus menyoroti sejumlah persoalan di lapangan seperti keterbatasan alat pertanian, tumpang tindih lahan, dan sulitnya akses pupuk subsidi.
Selain itu, KTNA juga menjelaskan program kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk MoU bersama Polda Kepri dalam program Masyarakat Bebas Gizi Buruk (MBG) yang secara rutin mendistribusikan ikan lele hingga satu ton per minggu dan jagung sebanyak 50 ton per bulan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa Pemprov Kepri akan membantu mencari solusi konkret di lapangan.
“Kita akan berupaya mencari lokasi yang memungkinkan untuk pengembangan pertanian, terutama komoditas seperti cabai merah, cabai hijau, timun, buncis, kacang panjang, kubis, dan sawi putih yang berperan besar menekan inflasi di daerah,” ujar Nanyang.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengatasi masalah ketersediaan pupuk. “Masalah pupuk akan kita koordinasikan bersama Dinas Pertanian agar petani tidak kesulitan mendapatkan pasokan yang terjangkau,” katanya.
Sementara itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Kepri Said Sudrajat mengungkapkan bahwa Pemprov Kepri juga tengah mendorong pengembangan budidaya lobster sebagai sektor unggulan ekonomi kelautan.
“Saat ini masih tahap modeling. Pemerintah akan mendukung dari sisi penataan ruang dan kebijakan agar budidaya lobster bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Said juga menyoroti peluang ekspor ke pasar internasional, khususnya Tiongkok, yang kini hanya memberlakukan bea impor 3 persen untuk bahan mentah dan 35 persen untuk bahan setengah jadi. Menurutnya, kebijakan tersebut membuka peluang besar bagi Kepri untuk meningkatkan ekspor hasil laut olahan.

Dukung Penguatan Kerukunan dan Peran Sosial Gereja di Kepri
Masih di hari yang sama, Wagub Nyanyang juga menerima audiensi Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kepri di Graha Kepri, Batam Center.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Pengurus PGLII Kepri menyampaikan sejumlah program kerja serta membahas peran lembaga keagamaan dalam memperkuat pembangunan sosial dan spiritual masyarakat di daerah.

Wagub Nyanyang mengapresiasi kontribusi PGLII dalam menjaga kerukunan umat beragama serta mendukung berbagai program pemerintah daerah, terutama di bidang sosial dan pendidikan.
“Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan lintas denominasi yang mendorong persatuan dan toleransi antarumat beragama. Kami berharap PGLII Kepri dapat terus menjadi mitra strategis dalam menjaga keharmonisan dan membangun masyarakat yang beriman, rukun, dan produktif,” ujar Nyanyang.
Baca juga: Wagub Nyanyang Dukung Ketua DPRD Kepri Gelar Drag Bike 2025, Ajang Adu Prestasi Anak Muda
Sementara itu, Pdt. Timbul Silalahi selaku perwakilan PGLII Kepri menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Wagub dan mengundang Pemprov Kepri untuk hadir dalam kegiatan rohani dan sosial yang akan mereka gelar dalam waktu dekat.
Dalam audiensi tersebut, Wagub turut didampingi oleh Tim Percepatan Pencapaian Hasil Pembangunan (TP2HP) yakni Syarifah, Mulia Rindo Purba, dan Gunawan Satary. (*)

















