PEMBERITAHUAN Kepada Pembaca ulasan.co Kami menginformasikan logo ulasan.co telah diganti dengan logo terbaru, yang lebih menarik. Semoga tetap menjadi penyemangat kami untuk berkarya sebagai garda terdepan dalam menginformasi berbagai peristiwa penting. Selamat Membaca. Salam Sehat!
BisnisDaerah
Trending

Wali Kota Tanjungpinang Minta Trans Studio Garden Rekrut Pekerja Lokal

Tanjungpinang, Ulasan.co – Hj. Rahma selaku Wali Kota Tanjungpinang General Maneger (GM) Aston Tanjungpinang selaku pengelola Trans Studio Garden (TSG) agar merekrut tenaga kerja lokal Tanjungpinang.

Hal itu ia sampaikan saat melakukan rapat koordinasi perizinan Trans Studio Garden bersama Susiadi selaku GM Hotel Aston Tanjungpinang, dan OPD terkait pemko Tanjungpinang, di Hotel Aston Tanjungpinang, Senin (15/2). Menurutnya, investor yang membuka usaha di wilayah Kota Tanjungpinang dapat merekrut tenaga kerja lokal.

“Saya harus pastikan setiap investor yang membuka usaha di wilayahnya bisa menyerap tenaga kerja lokal. Saya minta owner TSG merekrut tenaga kerja dari masyarakatnya,” ucap Rahma.

Rahma mengaku merasa terbantu dengan kehadiran trans studio garden di Kota Tanjungpinang karena dapat membuka lapangan pekekerjaan bagi masyarakatnya.

“Ini komitmen saya kepada setiap investor. Untuk perekrutannya nanti bisa langsung koordinasi ke dinas tenaga kerja,” ucapnya.

Rahma juga meminta agar konsep pembangunan trans studio garden memiliki nuansa Melayu. Meski modern, tetapi punya ciri khas budaya Melayu. Hal ini, supaya orang-orang yang berkunjung ingat ke Tanjungpinang.

“Tanjungpinang itu ciri khasnya Melayu. Jadi, setiap pengunjung yang datang ingat kampung Tanjungpinang,” pungkasnya.

Selain itu juga Rahma berharap, pihak trans studio garden dapat menyiapkan stand-stand bagi para pelaku UMKM Tanjungpinang untuk memasarkan dan mempromosikan hasil produknya. Menurutnya, hal itu merupakan upaya untuk penguatan ekonomi di Tanjungpinang.

“Kita akan suport perizinannya secepat mungkin sesuai kelengkapan administrasinya. Apa yang menjadi tanggung jawab investor segera selesaikan. Mudah-mudahan apa yang saya minta ini bisa diakomodir oleh owner,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager (GM) Hotel Aston Tanjungpinang, Susiadi menjelaskan, situasi corona saat ini bisnis pariwisata menjadi terpuruk, termasuk bisnis perhotelan. Namun, dari sisi pertumbuhan ekonomi owner trans crop, justru Tanjungpinang paling tinggi.

“Inilah awal dipilihnya trans studio garden itu di Tanjungpinang. Pada 2020 owner memutuskan semua project di bawah trans crop dihentikan, kecuali di Tanjungpinang tetap jalan. Alhamdulillah, ini juga berkat dukungan Pemkot Tanjungpinang, kami tetap survive,” ucapnya.

Lanjutnya, Trans studio garden berlokasi di area belakang hotel aston dengan luas 1,7 hektar. Konsepnya trans studio garden yang terbuka. Mengingat  pandemi saat ini mengharuskan agar  lebih banyak berinteraksi di luar. Konsep ini juga sangat relavan untuk kedepannya.

Nantinya, TSG terdapat enam wahana permainan dan atraksi yakni bianglala, magical garden dengan 30.000 tanaman bunga yang dari Bandung dan Kabupaten Lingga. Kemudian juga ada games center, smal waterfall land, kids land, playground, hingga trans convention center.

“Semoga ini menjadi ikon dan destinasi baru untuk keluarga, khususnya dapat mendongkrak perekonomian di kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Selain itu, Susiadi menyebutkan pihaknya kedepan punya komitmen sebagai aturan perusahaan untuk memanfaatkan tenaga lokal di Tanjungpinang. Tentunya dengan kualifikasi dan keterampilan yang pihaknya butuhkan.

“Sesuai aturan perusahaan 75% itu kita perdayakan pekerja lokal, sisanya 25% dari luar daerah. Namun, sejak saya menjadi GM hotel ini, hampir 99% itu tenaga kerjanya lokal,” ucapnya.

Sedangkan untuk pembangunan bernuansa Melayu, ia juga memastikan bahwa di convention center hall tetap mempertahankan ciri khas atapnya berkonsep Melayu. Selain itu, di trans studio garden di area terbuka, akan  ada performance atau tampilan budaya melayu dalam waktu periode tertentu.

“Sehingga kita bisa memperkenalkan tari-tarian budaya Melayu. Karena berhubungan dengan tamu-tamu kami yang Insyaalah kalau pintu internasional dibuka tamu-tamu kita akan datang dari mancanegara,” tambahnya.

Mengenai stand-stand UMKM, sebelumnya pihak owner juga berpesan biarkan masyarakat membuka kios-kios sendiri di sekitar trans studio garden untuk pertumbuhan perekonomian masyarakat,” tutupnya. (Din)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close