TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, merespons keluhan terbuka dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di area trotoar dan bahu jalan sekitar Pasar Bestari Bintan Centre, Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Meskipun belum menerima langsung surat dari para pedagang, Lis menyatakan komitmennya untuk menanggapi secara serius aspirasi tersebut.
Ia berencana memanggil perwakilan PKL dan menggelar pertemuan yang juga akan melibatkan instansi teknis, seperti Dinas Perdagangan, guna melakukan identifikasi masalah dan mencari solusi bersama.
“Suratnya memang belum sampai ke meja saya, tapi kami tetap akan meresponsnya. Nanti akan kami undang PKL untuk berdiskusi,” kata Lis Darmansyah kepada awak media saat ditemui di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa 5 Agustus 2025.
Baca Juga: Lewat Surat Terbuka, Pedagang Kaki Lima Bintan Centre Minta Tolong ke Wali Kota Tanjungpinang Demi Sesuap Nasi
Lebih lanjut, Lis menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi pedagang resmi yang telah berjualan di dalam Pasar Bestari.
Ia menyebut, para pedagang tersebut telah menginvestasikan modalnya dalam bentuk sewa lapak dan berbagai kebutuhan usaha lainnya.
“Pedagang di dalam pasar sudah lama berinvestasi. Mereka menyewa tempat, mengatur lapak, dan menjalankan usaha secara resmi. Jadi mereka perlu kita jaga juga,” kata Lis menjelaskan.
Lis juga menyampaikan, menjamurnya PKL di trotoar dan bahu jalan justru mengganggu keberlangsungan usaha para pedagang resmi.
Menurutnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, maka pedagang di dalam pasar maupun ruko akan kehilangan pelanggan karena masyarakat lebih memilih berbelanja di luar.
“Kalau trotoar terus dijadikan tempat berdagang, orang malas masuk ke dalam pasar. Pedagang resmi bisa bangkrut karena kehilangan pembeli,” tegasnya.
Baca Juga: Tanjungpinang Kerap Dilanda Fenomena Hujan Lokal, BMKG Ungkap Penyebabnya
Meski demikian, Lis menyatakan tidak menutup mata terhadap nasib PKL yang juga berjuang untuk mencari nafkah. Pemerintah, katanya, tetap akan memperhatikan kondisi mereka, namun tetap dalam koridor aturan yang berlaku.
“Kita akan cari jalan tengah. Mereka juga sedang mencari rezeki. Tapi berdagang di trotoar dan bahu jalan tentu tidak bisa terus dibiarkan. Nanti akan kami undang dan duduk bersama mencari solusinya,” ujar Lis Darmansyah mengakhiri. (*)
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News

















