Warga Akhirnya Lega, Jembatan Kampung Beringin Sudah Aman Dilintasi Setelah Lama Ambruk

Jembatan Kampung Beringin selesai diperbaiki hingga dilalui masyarakat Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepri. (Foto: dok/istimewa)
Jembatan Kampung Beringin selesai diperbaiki hingga dilalui masyarakat Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepri. (Foto: dok/istimewa)

BINTAN – Masyarakat Kampung Beringin dan Kampung Simpang Senter akhirnya merasa jauh lebih lega, karena mereka kini bisa melintas dengan aman di Jembatan Kampung Beringin yang berada di Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Sebelumnya, warga selalu dihantui rasa cemas setiap kali melintasi jembatan tersebut. Kini, setelah perbaikan selesai dilakukan, akses antar dua kampung kembali normal dan lebih aman.

Perbaikan jembatan ini dilakukan secara gotong royong dan menelan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) Kuala Lobam sekitar Rp 8 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan material, mulai dari papan hingga kayu bulat dan sejumlah perlengkapan lainnya.

Baca Juga: 4.959 Lansia di Bintan Sumringah, Jumlah BLT NaikbDesil Jadi Penentu Besarannya

“Ada juga tambahan material dari swadaya masyarakat, dan kita bangun jembatan kayu ini berkolaborasi dengan RT, RW dan masyarakat melalui gotong royong. Tidak ada biaya ongkos lagi,” kata Kepala Desa Kuala Sempang, Muhammad Hatta, di Bintan, Jumat 5 Desember 2025.

Lebih jauh, Hatta menegaskan bahwa Pemdes Kuala Sempang tidak memiliki kemampuan anggaran untuk membangun jembatan permanen menggunakan dana APBDes. Kondisi keuangan desa saat ini tidak memungkinkan untuk mengakomodir pembangunan skala besar tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa Pemdes tidak memiliki tenaga teknis yang bisa menangani perencanaan pembangunan jembatan permanen.

“APBDesa sekarang saja menurun, dari tahun sebelumnya Rp3 miliar, dan sekarang sekitar Rp2 miliaran,” ucapnya.

Meskipun begitu, warga tetap konsisten mengusulkan pembangunan jembatan permanen dalam setiap Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Usulan itu terus dibawa hingga tingkat kabupaten.

“Zaman saya saja sudah 9 kali diusulkan masyarakat saat Musrenbang. Belum lagi di pemdes sebelumnya. Setiap Musrenbang selalu diusulkan masyarakat terkait jembatan itu,” tegasnya.

Baca Juga: Razia Tambang Pasir Ilegal di Bintan, Petugas Tak Temukan Satu Pun Penambang

Selain masyarakat, Pemdes Kuala Sempang juga sudah mengusulkan pembangunan jembatan permanen kepada Pemerintah Kabupaten Bintan maupun Pemerintah Provinsi Kepri. Bahkan, usulan itu sempat disampaikan langsung pada masa kepemimpinan Gubernur Nurdin Basirun.

“Zaman nya Pak Nurdin juga pernah saya sampaikan. Waktu itu, Pak Nurdin langsung turun dan melihat jembatan ini,” ucapnya lagi.

Tak hanya itu, BP Kawasan Bintan juga sudah pernah melakukan survei terhadap jembatan yang menghubungkan dua perkampungan tersebut. Namun, hingga kini Hatta belum mengetahui tindak lanjut dari hasil survei tersebut.

“Belum dilaksanakan bukan ranah saya,” ujarnya.

Melalui kesempatan ini, Hatta berharap pemerintah, baik Pemkab Bintan, Pemprov Kepri, hingga pemerintah pusat, dapat segera membangun jembatan permanen di wilayah tersebut agar warga bisa menikmati infrastruktur yang lebih kuat dan aman untuk jangka panjang.

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News