Warga Karimun Habiskan 1,3 Ton Ikan Lele Setiap Hari, Permintaan Melonjak Tajam

Ilustrasi - budidaya ikan lele perlu mengetahui sejumlah penyakit dapat menyerang ikan lele. (Foto: kupastibisa.com)
Ilustrasi - budidaya ikan lele perlu mengetahui sejumlah penyakit dapat menyerang ikan lele. (Foto: kupastibisa.com)

KARIMUN – Konsumsi ikan lele di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, ternyata sangat tinggi. Setiap harinya, masyarakat Karimun mampu menghabiskan hingga 1,3 ton ikan lele, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner.

Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Menengah Mandiri Indonesia (Apmikimmdo) Kabupaten Karimun, Arif Siregar, mengungkapkan bahwa tingginya angka konsumsi ini menandakan Karimun memiliki pasar potensial bagi para pembudidaya ikan lele.

“Per hari kebutuhan ikan lele di Karimun bisa mencapai 1,3 ton. Artinya untuk permintaan itu cukup besar,” ungkap Arif, Selasa 4 November 2025.

Baca Juga: Budidaya Ikan Air Tawar Apmikimmdo: Antara Cuan dan Ketahanan Pangan di Karimun

Menurut Arif, tingginya permintaan tersebut berasal dari berbagai sektor. Namun, sektor usaha kuliner dan rumah makan menjadi penyumbang terbesar dalam konsumsi ikan lele di Karimun.

“Terbesar itu tentu di sektor pelaku usaha rumah makan ya,” katanya.

Pasokan Bibit Lele Masih Jadi Kendala Utama

Meski permintaan pasar terus meningkat, para pembudidaya ikan lele di Karimun justru menghadapi kendala serius. Mereka kesulitan mendapatkan bibit ikan lele dalam jumlah memadai dan terpaksa mendatangkannya dari luar daerah.

“Produksi akibatnya menjadi lambat karena pembudidaya harus mendatangkan bibit dari luar daerah dan juga risiko kematiannya juga cukup tinggi,” terang Arif.

Kondisi ini membuat Karimun masih bergantung pada pasokan luar daerah, sehingga daerah tersebut tergolong konsumtif tanpa diimbangi dengan produksi lokal yang optimal.

Budidaya Lele Dorong Ekonomi Masyarakat

Arif menjelaskan, potensi budidaya lele sebenarnya sangat besar untuk menggerakkan ekonomi lokal. Ia mencontohkan kolam percontohan yang dikelola oleh Apmikimmdo, di mana hasil panen dapat dilakukan setiap dua minggu sekali.

“Pada kolam percontohan Apmikimmdo saja, masa panen lele itu dua minggu sekali. Terakhir panen rata-rata 280 kg dengan tolak Rp25 ribu per kg,” tutupnya.

Ia menambahkan, apabila dikelola dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah, sektor budidaya ikan lele bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Karimun.

Dorongan ke Pemerintah Daerah

Untuk itu, Arif berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun bisa memberikan perhatian lebih besar terhadap pemenuhan bibit ikan lele bagi para pembudidaya lokal.

Ia menilai, Balai Bibit Ikan (BBI) yang sudah dibangun perlu dioptimalkan agar bisa memberi dampak langsung kepada pembudidaya.

“BBI kita harus dimaksimalkan, jangan sampai sudah terserap anggaran untuk itu, tapi tidak punya dampak langsung ke para pembudidaya, karena di kami saja ada 17 budidaya yang masuk dalam binaan Apmikimmdo,” harapnya.

Ikuti BeritaUlasan.codi Google News