BATAM – Ratusan masyarakat yang didominasi warga Kampung Tua Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau, melakukan aksi unjuk rasa di depan kawasan Nongsa Digital Park (NDP).
Dalam aksi tersebut warga protes terhadap PT Air Batam Hilir (ABH) Batam yang beroperasi dibawah PT Moya. Sebab matinya aliran air ke tempat tinggal mereka. Bahkan warga menduga terjadi ketidakadilan, di mana air yang dialirkan ke kawasan NDP lebih deras ketimbang ke permukiman warga yang dinilai sering kekurangan air bersih.
Bahkan warga sempat memaksa ingin membuka bangunan booster air yang berdiri di depan gerbang NDP. Warga menduga booster tersebut yang menjadi penyebab tidak mengalirnya air ke permukiman mereka. Namun aksi mereka ini ditahan pihak kepolisian karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Airnya sudah tidak mengalir selama dua minggu ini, kami disuruh sabar apanya yang sabar, apa solusinya untuk kami” teriak Waode, salah satu warga yang berunjuk rasa.
Menurutnya hal ini terjadi berulang kali, bahkan kejadian serupa pernah terjadi dua tahun yang lalu dan kini terjadi kembali. Ia menilai warga diabaikan ABH, karena air yang mengalir hanya sesekali. Selain itu warga juga protes air yang sering berwarna keruh sehingga tak layak digunakan.
“Ini sudah demo yang kesekian, bukan kali pertama. Kami meminta air dialirkan secara normal, itu aja yang kami minta. Kami datang protes kadang macam orang ngemis,” tambahnya.
Bahkan warga lainnya, Nurdin mengatakan air seringkali mati total, padahal warga rutin membayar ke PT ABH. “Angin yang keluar,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan warga lain, Amirudin, tidak mengalirnya air telah berlangsung tiga bulan. Ia menambahkan sejak adanya kawasan NDP air selalu macet mengalir ke pemukiman.
“Bahkan satu bulan ini tidak ada air mengalir. Katanya sudah diperbaikan tapi buktinya tidak ada,” katanya.
Warga curiga penyebab matinya aliran air disebabkan booster yang diduga membagi aliran air ke rumah warga dan kawasan NDP. Kecurigaan warga meningkat saat bangunan booster tersebut dilarang dibuka untuk diperlihatkan kepada warga.
“Kami duga aliran ke Kampung kami ditutup, ke arah Resort dibuka. Harapan kami buka itu (boster) kalau tidak ada apa-apa, kami tidak akan merusak, kami cuma ingin melihat saja membuktikan jika memang tidak ada hubungannya dengan masalah air, ” ujarnya.
Respons PT ABH
Sementara itu Direktur PT ABH, Mujiaman mengatakan pihaknya telah mengutamakan keluhan masyarakat dengan melakukan pengecekan pada pipa aliran air. Ia menjelaskan hydrant yang berukuran 100 milimeter di dekat Gerbang Teluk Mata Ikan telah diperbesar, sehingga aliran air mulai deras.
“Dibawahnya ternyata ada valve yang tertimbun, dan sekarang sudah dibongkar dan aliran telah lancar,” ujarnya.
Ia meminta warga tak perlu khawatir, sebab untuk mengatasi masalah air pihaknya kini sedang membangun aliran pipa sebesar 500 milimeter untuk dialirkan ke daerah tersebut dan akan selesai pada Desember ini.
“Pabriknya sudah ada tinggal membuat alirannya aja lagi, kalau itu sudah jalan kita jamin warga berkelimpahan air,” jelasnya.
Ia tidak menampik selama ini ada kekurangan produksi air sehingga berdampak kepada masyarakat Teluk Mata Ikan. “Kami sudah fokuskan air ke masyarakat tapi ternyata ada satu RT yang belum dapat air, tapi kami pastikan hari ini dapat,” tambahnya.
Baca juga: Air Tak Lancar, Masyarakat Unjuk Rasa di Proyek Gedung Data Center
Menanggapi hal itu, Ketua RT 02 Teluk Mata Ikan, Iwan mengapresiasi iktikad baik dari ABH yang turun langsung ke lapangan. Sebelumnya warga sudah pernah melakukan pertemuan dengan PT ABH dan memang ditemukan kendala akibat pemasangan pipa 500 mili yang akan selesai pada 22 Desember mendatang.
“Cuma karena warga sudah tiga hari kekurangan pasokan air bersih, kita maklumi lah yang hari ini terjadi, karena warga panik. Saya berharap masalah air ini tidak terjadi lagi,” harapnya.
Sementara itu, Kabagops Polresta Barelang Kompol Z.A.C Tamba mengatakan situasi aksi masih berjalan kondusif. “Karena ini aksi spontanitas kami menurunkan sekitar 50 personel,” ujarnya. (*)
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















