BINTAN – Penyakit demam serta batuk pilek kini kembali menyerang banyak anak-anak di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Sehingga kondisi ini membuat para orang tua semakin waspada menghadapi cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Moh Bisri, menjelaskan bahwa gejala demam dan batuk pilek yang dikeluhkan masyarakat memang terlihat umum, namun tetap perlu diwaspadai.
“Batuk pilek dan demam biasa yang dikeluhkan anak-anak sekarang. Tapi, jangan dianggap remeh,” kata Moh Bisri saat ditemui di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Sei Lekop, Kabupaten Bintan, Senin 8 Desember 2025.
Baca Juga: BKKBN Kepri Gelar Layanan KB Gratis di Puskesmas Sei Lekop Bintan
Selanjutnya, Moh Bisri menyampaikan bahwa anak-anak sangat mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuh mereka masih rentan. Oleh karena itu, penyakit lebih cepat timbul ketika cuaca berubah drastis.
Selain itu, ia mengimbau para orang tua untuk menjaga kondisi anak-anak dengan lebih serius selama cuaca ekstrem berlangsung.
Menurutnya, jika demam anak sudah berlangsung selama dua hari, maka orang tua sebaiknya segera membawa anak ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Dengan demikian, tenaga medis bisa memastikan penyebab demam dan memberikan penanganan yang tepat sesuai kondisi pasien.
Tidak hanya itu, Moh Bisri juga mengingatkan para orang tua untuk menjaga daya tahan tubuh mereka sendiri melalui istirahat yang cukup, pola makan yang baik, dan menghindari kebiasaan begadang agar tidak ikut jatuh sakit.
Baca Juga: Air Laut Pasang Tinggi, Warga Sei Enam Pilih Berenang Bersama
Selain itu, ia meminta masyarakat untuk menghindari paparan cuaca ekstrem dengan menggunakan pelindung seperti jaket atau payung saat hujan. Sehingga risiko sakit dapat diminimalkan.
Kemudian, ia menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun luar rumah. Menurutnya, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya berbagai penyakit.
“Jangan sampai ada tempat penampungan air di tempat tinggal. Karena tempat penampungan air akan mengundang binatang berkumpul. Salah satunya nyamuk,” sebut dia mengakhiri.
Ikuti Berita Ulasan.co di Google News


















