Akhirnya Pasar Puan Ramah Ditinggal Pedagang

Lapak Pasar Puan Ramah sudah kosong ditinggalkan pedagangnya karena sepi pembeli. (Foto:Ardiansyah Putra/Ulasan.co)

TANJUNGPINANG – Aktivitas Pasar Relokasi Puan Ramah, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, akhirnya ditinggal pedagang.

Pasar yang berada di Jalan Kijang Lama Batu 6, Kecamatan Tanjungpinang Timur diresmikan Wali Kota Tanjungpinang Rahma pada September 2022 lalu. Kondisinya kini menyedihkan usai ditinggal pedagang.

Salah seorang warga, Gunawan menceritakan, sudah lebih sebulan pasar tidak ada aktivitas. Penyebabnya, karena tidak ada pembeli ataupun pengunjung yang datang ke pasar tersebut. Pedagang yang mencoba bertahan pun, lanjutnya, akhirnya memilih meninggalkan bangunan Pasar Puan Ramah.

“Sudah lama kondisinya seperti ini, pemerintah, apalagi bapak atau ibu dewan,” kata Gunawan, Selasa (29/08).

Sebagaimana diketahui, pasar tersebut dibangun karena merelokasi pedagang yang berjualan di Pasar Baru KUD Tanjungpinang. Pemkot Tanjungpinang menggelontorkan anggaran Rp3 Miliar melalui APBD 2022 untuk membangun Pasar Puan Ramah.

Sementara itu, Ketua Pasar Saroni mengaku banyak menerima keluhan dari para pedagang, khususnya pedagang di pasar tersebut. Namun, hingga saat ini tidak ada solusi yang berarti.

“Yang mengeluhkan soal pasar ini banyak banget, tapi pemerintah sendiri, termasuk Buk Wali Kota Tanjungpinang, sampai hari ini tetap diam, saya telepon, bahkan ajak ketemu dudukkan masalah ini, tidak bisa sampai hari ini,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat mengatakan, pembangunan relokasi Pasar Puan Ramah penggunaannya bersifat sementara, sambil menunggu pembangunan Pasar Baru Pelantar II selesai pada Desember 2023 ini.

“Relokasi Pasar Puan Ramah ini sifatnya hanya sementara sesuai dengan kesepakatan bersama, sambil menunggu revitalisasi pasar baru selesai,” ungkapnya.

Baca juga: Pasar Puan Ramah Ditinggal Pedagang, Sekda: Itu Pilihan Mereka

Terkait pasar itu ditinggal pedagang, Zulhidayat, enggan memberikan komentar dan barjanji akan mendiskusikan dengan dinas terkait.

“Nanti kita diskusikan dengan dinas tarkait bagaimana ke depannya,” terangnya. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News