Dikunjungi 3 Menteri, Percepatan Penanganan Bencana Longsor Pulau Serasan

Longsor Pulau Serasan
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat mengunjungi pengungsi tanah longsor Pulau Serasan, Natuna, Kepri. (Foto: Ist)

NATUNA – Tiga menteri langsung bertolak ke Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, untuk mengunjungi para korban tanah longsor, Jumat (10/03).

Ketiga menteri yang datang, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Mudhajir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Tri Rismaharini, serta Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati.

Kedatangan para menteri itu disambut Bupati Natuna Wan Siswandi didampingi Bupati Natuna Rodial Huda. Bupati Natuna dalam tinjauan tersebut menyampaikan kondisi tanggap darurat yang sedang berjalan. Secara umum proses penanganan bencana berjalan dengan baik dan didukung dengan sinergitas yang baik dari seluruh personil gabungan tanggap bencana.

“Saat ini dalam tujuh hari penetapan status bencana tanggap darurat, kami fokuskan untuk memaksimalkan mencari korban yang hilang. Kami berharap dengan jumlah personel 700 orang yang membantu, dapat memaksimalkan proses pencarian” kata Wan Siswandi.

Setibanya di Pulau Serasan, Menteri Tri Rismaharini langsung meninjau beberapa titik lokasi pengungsian. Beberapa hal yang menjadi fokus saat ini proses distribusi logistik dapat berjalan dengan baik.

” Jadi tinjauan hari ini untuk memastikan bahwa korban yang berada di pengungsian dapat terpenuhi kebutuhannya selama berada di pengungsian. Kami juga memastikan agar pengiriman logistik dapat didistribusikan dengan lancar dan langsung dapat dirasakan oleh masyarakat” kata Tri Rismaharini.

Baca juga: Tanah Longsor di Perbatasan Negeri (Bagian 2/2)

Menteri Basuki menambahkan bahwa relokasi rumah akan segera dilakukan pemetaan agar pemulihan pasca bencana dapat dilakukan sesegera mungkin.

” Seperti yang disampaikan Pak Bupati, bahwa relokasi rumah yang diajukan sebanyak 100 rumah. Hal ini dilakukan guna menghindari pembangunan kembali di wilayah-wilayah rawan bencana.”

“Sehingga kita berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bersinerhi dengan baik dalam membangun rumah yang aman dan nyaman untuk masyarakat ” tutup Menteri Basuki. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News