Ketua DPRD Batam Dukung Upaya Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Ketua DPRD Batam
Ketua DPRD Batam Nuryanto. (Foto: Muhamad Islahuddin)

BATAM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Nuryanto, mendukung upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kemiskinan ekstrem hilang atau nol persen ada 2024. Akan tetapi, target tersebut akan sulit dilakukan jika hanya mengandalkan bantuan sosial (bansos) saja serta dilakukan oleh sendiri-sendiri.

Untuk itu, diperlukan adanya kerja sama antar pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga lintas institusi untuk bisa mewujudkan program tersebut.

Program-program itu antara lain jaminan kesehatan nasional (JKN), program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, bantuan pangan non tunai (BPNT), bank wakaf mikro, hingga dana desa.

“Kami di DPRD Kota Batam sangat mendukung pelaksanaannya dan siap berkolaborasi melalui program-program kerja yang dilakukan sebagai upaya pengentasan kemiskinan khususnya kemiskinan ekstrem,” kata Nuryanto, Jumat (28/04).

Ia menilai, program kerja yang dilakukan sebagai upaya pengentasan kemiskinan khususnya kemiskinan ekstrem harus menjadi prioritas Pemerintah Daerah untuk bisa mengentaskan kemiskinan.

“Untuk itu, secara bahu membahu dan bersama-sama kita harus menghadapi persoalan kemiskinan ini. Untuk itu, sinergi pemerintah daerah dan DPRD sangat diperlukan,” katanya.

Akan tetapi, pihaknya mencoba mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk fokus pada program sehingga tidak meunculkan kerawanan pangan.

“Saya yakin pemerintah daerah sudah memperhitungkan segalanya. Harapannya penyaluran bantuan kepada keluarga kurang mampu ini nantinya bisa tetap sasaran. Sehingga daerah, dapat berdampak pada percepatan penurunan angka kemiskinan,” katanya.

Baca juga: Ketua DPRD Batam Tegaskan Tidak Ada Perjalanan Dinas Fiktif di Lembaganya

Berdasarkan Data sementara Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Kota Batam, terdata sebanyak 78.934 masyarakat miskin dalam desil satu.

Namun, data ini sebelum dilakukannya verifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam dan Kelurah se-Kota Batam.

Sekretaris Daerah Jefridin pun berharap, Data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem ini dapat berjalan dengan baik.

“Supaya program dan kebijakan pemerintah terhadap masyarakat miskin dapat segera terlaksana, menuju Batam bandar yang madani modern dan sejahtera,” tutupnya. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News