IndexU-TV

Khawatir Investasi Hilang, Alasan Pemerintah Kebut Relokasi Ribuan Warga Rempang

Bahlil
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Indonesia, Bahlil Lahadalia (baju putih) didampingi Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Mendagri Tito Karnavian, serta Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota/Kepala BP Batam Muhammad Rudi. (Foto: Muhammad Chairuddin)

BATAM – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Indonesia, Bahlil Lahadalia, mengungkap alasan pemerintah mengebut relokasi ribuan warga Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Padahal, rencana relokasi itu masih berpolemik lantaran warga belum sepenuhnya menerima. Terlebih, tempat relokasi permanen dari Badan Pengusahaan (BP) Batam belum siap huni.

Bahlil mengungkapkan, hal itu lantaran ketatnya kompetisi di kancah internasional dalam dunia investasi. Dengan masuknya investasi itu, nantinya akan berpengaruh pada Foreign Direct Investment (FDI), yaitu penanaman modal atau investasi langsung dari pihak asing.

“Investasi bukan seperti tumbuh buah dari pohon. Kita ini berkompetisi. Global FDI itu terbesar di negara tetangga. Kita rebut investasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya di Batam, Ahad (17/09).

Oleh sebab itu, ia khawatir jika terlalu lama menyelesaikan tempat untuk para investor, peluang tersebut akan hilang.

“Kalau kita terlalu lama, emang dia (investor) mau tunggu kita? Kita butuh mereka, tapi kita harus hargai yang di dalam,” ucap Bahlil.

“Tapi bukan berarti kita mengendalikan. Karena ini bukan data APBN. Ini total itu Rp300 triliun lebih. Tahap pertama saja Rp175 triliun,” tambahnya.

Selain itu, jika peluang untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan hilang jika investasi tersebut lepas dari Indonesia.

“Kalau ini lepas, itu berarti potensi pendapatan PAD dan lapangan kerja akan kehilangan peluang,” ujarnya.

Sedangkan kabar tenggat waktu untuk pengosongan Rempang pada 28 September nanti, Bahlil mengaku belum dapat memastikan itu.

Baca juga: Bahlil Pertimbangkan Permintaan Komnas HAM, Soal Peninjauan Kembali Relokasi Rempang

Menurutnya, relokasi di Rempang bukan hanya soal waktu melainkan juga cara komunikasi yang baik kepada masyarakat.

“Kita akan lihat perkembangan dan kita sedang berbicarakan. Bukan soal tanggal bagi saya. Itu memang sudah diputuskan di awal tapi terpenting adalah cara-cara komunikasi yang baik,” tegasnya. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News

Exit mobile version