IndexU-TV

Panglima TNI Kunker ke UEA dan Melihat Mirage 2000-9, Ini Komentar Netizen

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono saat melihat langsung cockpit jet tempur Dassault Mirage 2000-9 Angkatan Udara Uni Emirat Arab, Rabu (24/05). (Foto:Puspen TNI)

JAKARTA – Panglima TNI Laksamana Yudo Margono melaksanakan kunjungan kerja ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pekan lalu tepatnya Rabu (24/05).

Foto-foto kunjungan Laksamana TNI Yudo Margono tersebar di media sosial Instagram. Di mana Laksamana TNI Yudo Margono bersempatan melihat langsung jet tempur Dassault Aviation Mirage 2000-9 milik Angkatan Udara UEA tepatnya di Pangkalan Al-Dafra, UEA.

Dokumentasi foto dari Pusat Penerangan TNI diunggah salah satu akun di Instagram, defence*** langsung dipenuhi beragam komentar dari netizen pemerhati militer udara.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono berkunjung ke Abu Dhabi, dalam rangka memenuhi undangan dari Panglima Angkatan Bersenjata UEA, Letnan Jenderal Issa Al Mazrouei.

Dilansir keterangan resmi Puspen TNI, Selasa, (30/5) dikatakan dalam kunjungan tersebut Panglima TNI berkesempatan meninjau pesawat Dassault Mirage 2000-9 di pangkalan tersebut.

Baca juga: Kongres AS Setujui Indonesia Beli 36 Jet Tempur Boeing F-15EX Eagle II

“Panglima TNI berkesempatan melihat secara langsung bahkan sampai ke kokpit salah satu generasi terakhir pesawat tempur canggih Dassault Aviation yakn Mirage 2000-9,” tulis keterangan Puspen TNI.

Dijelaskan pula kunjungan tersebut untuk memperkuat kerja sama militer antara TNI dengan Angkatan Bersenjata UEA dan membangun ikatan saling percaya atau mutual trust di antara keduanya.

“Momen ini juga digunakan untuk melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama di bidang militer dalam bentuk arrangement yang sudah tertunda selama dua tahun, bertempat di Markas Besar Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab,” jelas keterangan Puspen TNI.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono saat berada di skadron jet tempur Mirage 2000-9 Uni Emirat Arab (UEA). (Foto:Puspen TNI)
Baca juga: Indonesia Bayar Uang Muka 18 Jet Tempur ‘Omnirole Fighter’ Rafale

Mengenai ramainya komentar netizen bukan tanpa sebab. Hal itu dipicu soal rencana Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, yang akan mengakuisisi jet tempur Mirage 2000-5 bekas pakai Angkatan Udara Qatar atau Qatar Emiri Air Force (QEAF).

Mirage 2000-5 yang bakal dibeli tersebut, rencananya akan digunakan sebagai pesawat interim/sementara sambil menunggu produksi pesawat baru pesanan Kemhan yakni Dassault Rafale.

Netizen pun memberikan pandangan melalui kolom komentar. Seperti komentar dari netizen bernama rifky_arianto, yang menuliskan ‘F-16 bekas okelah. Tapi kalau mirage apa nggak terlalu ketinggalan teknologi nya?.

Lantas, komentar tersebut dijawab netizen lainnya yakni felix.setiadi.94. ‘Mirage 2000-5 atau 9. Setara dengan jet tempur F-16 Block-50.

Bahkan ada komentar dari sandi.indra.prasetya. Ia menuliskan ‘Kalau beli bekas, kenapa tidak Rafale versi awal ex Prancis seperti Yunani yang beli 12 Rafale ex Prancis. Kita pernah akan beli 15 Typhoon ex Austria, tapi gagal. Ya sebaiknya cari ganti ya, yang satu generasi dengan Typhoon, ya Rafale, bukan Mirage 2000 yang generasi di bawahnya.’

Kabar terbarunya, rencana pembelian 12 unit Mirage 2000-5 bekas QEAF tersebut sedang daam proses. Infonya jet Mirage 2000-5 itu bakal tiba di tanah air tahun ini juga.

Bahkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI sudah memberikan lampu hijau, terkait anggaran pembelian pesawat tempur Mirage tersebut untuk TNI Angkatan Udara.

Selain itu dikabarkan, armada Mirage 2000-5 Qatar yang bakal diakuisisi Indonesia kondisinya sangat terawat dan kemampuannya masih sangatr baik dan layak operasi.

Mirage 2000-5 Qatar

Mengenai pesawat tempur Mirage 2000-5, jet bersayap delta ini mulai dipensiunkan oleh QEAF sejak November 2021. Qatar resmi memensiunkan Mirage 2000-5 setelah membeli 36 Rafale di tahun 2015 dan 2017.

Untuk diketahui, pesawat tempur Mirage 2000-5 yang akan diakusisi Indonesia, terdiri dari sembilan varian kursi tunggal dan tiga varian kursi tandem.

Kembali ke tahun 2009 tepatnya Maret, Indonesia kala itu menolak hibah satu skadron jet tempur Mirage 2000-5 dari Qatar. Kala itu, Menteri Pertahanan RI dijabat oleh Juwono Sudarsono.

Jet tempur Mirage 2000-5 Angkatan Udara Qatar. (Foto:Posterazzi)

Alasan Juwono Sudarsono kala itu yang menolak tawaran Qatar, lantaran anggaran yang tersedia untuk perawatan sangat minim. Menurutnya, hibahnya tidak ada masalah.

“Hibahnya sih oke, tapi pemeliharaannya itu mahal,” kata Juwono di kantornya, Departemen Pertahanan Jakarta kepada Koran Tempo (20 Maret 2009).

Tawaran hibah saat tersebut, kala itu disampaikan secara lisan oleh Duta Besar RI di Qataryangsaat itu dijabat Rozy Munir.

Sudah 13 tahun berlalu, kini dikabarkan Indonesia kembali tertarik untuk mengakuisisi jet tempur generasi ke-4 buatan Dassault Perancis ini.

Baca juga: Kemenkeu Setujui Beli 12 Jet Tempur Mirage 2000-5 dan 18 Rafale
Exit mobile version