Ekbis

Rektor IPB: RI akan Krisis Petani pada 10-15 Tahun ke Depan

Jakarta, Ulasan.co – Indonesia diprediksi mengalami krisis jumlah petani dalam kurun waktu 10-15 tahun mendatang. Alih generasi sektor pertanian kepada kaum milenial menjadi perhatian serius.

Kondisi tersebut tak terlepas dari karakter demografi petani di Indonesia. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menyebut rata-rata petani saat ini berusia 47 tahun ke atas.

“Rata-rata petani di Indonesia berumur 47 tahun. Petani Indonesia akan menjadi krisis pada 10-15 tahun mendatang,” kata Arif usai bertemu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

Persoalan itu menjadi topik pembahasan dalam pertemuan Syahrul dan Arif yang datang didampingi pengajar, senat dan guru besar IPB. Menurut Arif, penguatan data menjadi kunci untuk mengurai masalah regenerasi petani.

“Akurasi data menjadi penting untuk mengambil keputusan. Soal data, kita akan terus gali, perkuat, terutama dalam pengembangan generasi petani,” kata Arif.

IPB memiliki program regenerasi petani. Arif telah menyiapkan program untuk menciptakan petani milenial. Dari sini, ia berharap ada kerja sama IPB dan Kementan untuk mengembangkan lebih jauh.

“IPB punya program technopreneur dan sociopreneur,” ucapnya.

Arif mengatakan akan ada kunjungan balasan dari Syahrul ke IPB untuk membahas road map dan penguatan kerja sama antara Kementan dan IPB ke depannya.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan persoalan margin di sektor pertanian membuat orang tak tertarik di bisnis ini.

Badan Pusat Statistik merilis keadaan ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2019. Berdasarkan lapangan pekerjaan utama, ada penurunan pekerja di bidang pertanian, kehutanan, perikanan.

BPS mencatat pada Agustus 2019, penduduk yang bekerja pada tiga bidang itu sebanyak 34,58 juta orang (27,33% dari seluruh lapangan pekerjaan utama). Angka itu turun 1,12 juta atau 1,46% dibandingkan Agustus 2018 yang tercatat 35,70 juta orang.

Sumber: Cnbcindonesia

Tags

Related Articles

Back to top button
Close