Sarana dan Prasarana Sekolah di Pulau Laut Natuna Belum Memadai, Butuh Perhatian Khusus

  • Bagikan
Sarana dan Prasarana Sekolah di Pulau Laut Natuna Belum Memadai, Butuh Perhatian Khusus
Suherman saat melakukan kunjungan didi SMP Negeri 1 Pulau Laut, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Kepulau Riau (Kepri). (Foto : Muhamad Nurman)

Natuna – Sarana dan prasarana (sarpras) sekolah di Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau belum memadai, sehingga butuh perhatian khusus dari pemerintah.

Sekolah di perbatasan NKRI itu belum memenuhi standar pendidikan nasional karena masih banyak kekurang sarpras.

Kepala Sekolah SMP N 1 Pulau Laut Duna, mengungkapkan saat ini sarpras di sekolahnya belum terpenuhi. Akibatnya kualitas pendidikan di sekolahnya menjadi terhambat, atau terkendala.

“Masih banyak kekurangan yang kita hadapi di sekolah ini,” ucap Duna saat ditemui di SMP Negeri 1 Pulau Laut, Kecamatan Pulau Laut, Selasa (23/11).

Ia menjelaskan, jika mengacu pada aturan yang dibuat pemerintah pusat, standar sarpas untuk SMP sebanyak 18 jenis meliputi ruang guru, ruang kelas, ruang kepala sekolah, perpustakaan, UKS, Laboratorium (Lab) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), jamban/toilet, ruang bermain/ruang olahraga, ruang sirkulasi, koridor penghubung antar ruangan, kantin sehat, Lab Pendidkan Agama Islam (PAI), ruangan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), gudang, ruang Bimbingan Konseling (BK), tata usaha (TU), dan ruang osis.

“Majelis guru kami masih menggunakan ruang kelas, kantin kita juga belum ada, koridor kita belum ada, dan beberapa lainnya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kendala yang mereka hadapi cukup kompleks, sehingga mereka membutuhkan perhatian khusus agar hal ini tidak berlarut.

“Jika tidak ditindaklanjuti, mutu pendidikan di Pulau Laut akan berkurang,” ucapnya.

Duna mengaku, selaku kepala sekolah sudah berulangkali memendiskusikan dan mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) kecamatan terkait sarpras yang belum memadai di sekolahnya. Namun hingga saat ini usulan tersebut belum terealisasi dan memberikan hasil yang diharapkan.

“Bukan nggak mau ngusul, kami sudah mengusulkan tapi belum direalisasikan,” ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Natuna Dukung Rencana Pembangunan Bandara di Pulau Laut

Sementara itu, Plt Camat Pulau Laut Ramdani Purwanto mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan setiap usulan peserta Musrembang tersebut.

“Yang menjadi prioritas sudah kita usulkan,” kata Ramdani di kantornya, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna.

Namun lanjut Ramdani, hingga saat ini belum terealisasikan juga, ia berharap pihak kabupaten bisa mempertimbangkan kembali usulan-usulan yang mereka sampaikan. “Semoga nanti ada titik terangnya,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Suherman mengatakan, saat ini kabupaten belum bisa merealisasikan semua usulan yang disampaikan oleh setiap kecamatan, pasalnya keuangan daerah mengalami refocusing.

“Masih sama anggaran masih dipangkas,” kata Suherman ditemui di SMP Negeri 1 Pulau Laut.

Kepala Dinas Pendidikan itu berjanji akan terus mengoptimalkan kinerjanya, agar kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan bisa berjalan dengan optimal dan terealisasikan.

“Saya akui bahwa selama kepemimpinan saya belum begitu maksimal,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada prangkat pendidikan selalu memberikan kritik dan saran yang membangun agar pihaknya terus tumbuh dan berkembang.

“Pada musrembang selanjutnya, sampaikan lagi usulan-usulan yang belum terealisasi,” tandasnya. (*)

 

  • Bagikan