Tim SAR Tambah 3 Hari Perpanjang Pencarian Korban Tanah Longsor Serasan

Tim SAR Gabungan terus mencari korban
Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian korban tanah longsor di Pulau Serasan, Natuna, Kepulauan Riau. (Foto: Tim SAR)

NATUNA – Tim SAR memperpanjang hingga tiga hari ke depan pencarian korban tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Sebab, upaya pencarian Tim SAR Gabungan sampai dengan hari ke-7 belum menemukan seluruh korban bencana longsor di Kecamatan Serasan.

Total korban yang telah ditemukan sampai Ahad (12/03), 46 orang meninggal dunia (satu di antaranya belum berhasil diidentifikasi) dan delapan orang masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna Abdul Rahman selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengusulkan agar operasi pencarian dan pertolongan terhadap bencana alam longsor di Kecamatan Serasan diperpanjang selama tiga hari ke depan sampai 15 Maret 2023.

“Dengan diperpanjangnya proses pencarian, seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” kata Rahman dalam keterangan tertulisnya diterima, Senin (13/03).

Lanjut, kata dia, operasi pencarian dan pertolongan dapat berjalan optimal mengingat kondisi cuaca sering berubah-ubah dan material tanah berlumpur tetap menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

“Berbagai upaya terus dilakukan Basarnas bersama seluruh Tim SAR Gabungan di lokasi longsor Desa Pangkalan, Dusun Genting Kecamatan Serasan,” ujarnya.

Selain itu, Rahman mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat.

“Melihat semangat dan dedikasinya sejak awal pencarian hingga hari ini,” ujarnya.

2240 Jiwa Mengungsi

Saat ini jumlah pengungsi di PLBN Serasan sebanyak 436 orang, Desa Payak 605 orang, Batu Berian 136 orang, SMA Negeri 1 Serasan 238 orang, Pelimpak 432 orang, Air Nusa 393 orang dan total pengungsi berjumlah 2.240 orang.

Baca juga: Tanah Longsor di Perbatasan Negeri (Bagian 2/2)

Dalam peristiwa ini kerugian material ditimbulkan 100 unit rumah terdampak, satu musala rusak berat, jalan satu kilometer tertutup material longsor dan tak bisa dilewati, serta tiga tiang listrik tumbang dan listrik padam.

Sampai saat ini petugas dibantu warga sekitar terus mencari korban yang tertimbun lumpur maupun bangunan.

Pemerintah sudah merencanakan menyiapkan relokasi bagi warga terdampak tanah longsor dan warga yang berada di zona rawan tanah longsor Pulau Serasan. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News