BMKG Imbau Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem Pancaroba saat Lebaran 2024

Pelni
Pemudik saat turun dari bus dan akan naik ke kapal KM Kelud tujuan Batam - Belawan. (Foto:Muhamad Ishlahuddin)

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi pada musim libur Lebaran 2024.

BMKG merilis peringatan terbaru, khususnya bagi masyarakat yang mudik pada musim libur lebaran tahun ini. Untuk itu, pemudik diimbau berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan selama arus mudik.

BMKG memprakirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah sepanjang periode Mudik Lebaran 2024.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati usai Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat 2024 di Jakarta, Senin 25 Maret 2024, menyampaikan bahwa saat ini Indonesia tengah memasuki masa pancaroba yaitu peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat atau pemudik, jasa transportasi, dan operator transportasi agar waspada kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem selama arus mudik. Dinamika atmosfer di Indonesia sangat dinamis dan bisa berubah secara tiba-tiba,” kata Dwikorita dalam keterangan resmi.

Baca juga: TNI Kerahkan Armada KRI untuk Angkutan Mudik Lebaran 2024

Dia menambahkan, pemudik juga diimbau agar aktif melihat informasi dan kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan mudik.

“Jika memang kondisi cuaca sedang buruk, jangan memaksakan diri dan sebaiknya ditunda. Terutama bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi laut,” sambung dia.

“Lebih baik menunggu sampai kondisi cuaca kembali normal karena sangat membahayakan perjalanan. Pantau terus perkembangan info cuaca dan peringatan dini cuaca, gelombang tinggi, pasang air laut dan tsunami, serta info dini gempa bumi melalui aplikasi InfoBMKG dan Indonesia Weather Information for Shipping (InaWIS),” ujarnya menegaskan.

Dwikorita menyebutkan bahwa secara umum kondisi cuaca selama pekan mudik dibagi dalam tiga fase periodik yakni:

Periode pertama, sepekan sebelum Lebaran (3-9 April 2024)

Pada fase ini, BMKG memprediksi wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dalam kategori ringan-sedang.

Periode kedua, sepekan saat Lebaran 2024 (10-16 April 2024)

BMKG memprediksi kondisi cuaca di Indonesia secara umum cerah-cerah berawan.

Periode ketiga, sepekan setelah Lebaran (17-23 April 2024)

BMKG memprediksi Indonesia bagian utara dan tengah berpotensi mengalami hujan dengan kategori ringan-sedang.

Kemudian, lanjut dia, hal yang perlu diwaspadai yaitu potensi tumbuhnya bibit siklon tropis ataupun siklon tropis yang terjadi di Samudra Hindia, dan perairan di selatan Indonesia.

“BMKG bersama BRIN, BNPB, dan TNI AU menyiapkan opsi untuk melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Semua dalam posisi stand by. BMKG juga membuka posko pelayanan selama pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran,” terangnya.

Seperti diketahui, survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat potensi pergerakan masyarakat saat musim mudik Lebaran 2024 bisa mencapai 193,6 juta orang.

Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan mudik Lebaran 2023, yakni sebesar 123,8 juta orang. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi mulai 5 hingga 8 April 2024.

Sedangkan, puncak arus balik akan terjadi pada 13 hingga 16 April 2024.