IndexU-TV

Jumlah Korban Kanjuruhan di Atas 200, Ketum PSSI Didesak Mundur

Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. (Foto:instagram)

JAKARTA – Pemerintah merilis 125 korban meninggal dunia di Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, namun temuan Aremania menyebutkan korban mencapai lebih dari 200 orang.

Aremania Kota Batu, Malang memperkirakan korban jiwa Tragedi Kanjuruhan melebihi dari data yang dirilis oleh pemerintah.

Sebelumnya, Menko PMK Muhajir Effendy menyampaikan, peristiwa yang terjadi pasca-laga antara Arema FC vs Persebaya Surabaya tersebut menelan 125 korban jiwa, dengan 302 luka ringan dan 21 luka berat (data per Senin 3/10).

Namun temuan awal Aremania menyebutkan, korban meninggal dunia mencapai 200 orang. Hal itu, kata perwakilan Aremania Dadang Indarto, dikarenakan beberapa korban meninggal dunia tak dibawa ke rumah sakit.

“Kalau data yang dikeluarkan pemerintah sekarang 125 korban meninggal dunia, kami memperkirakan itu lebih. Kalau menurut perkiraan kami di atas 200 orang,” ucap Dadang dilansir Goalcom, Senin (3/10).

“Ada yang meninggal di stadion, ada yang di perjalanan, banyak yang langsung dibawa pulang tidak mau dibawa ke rumah sakit. Alasannya karena tidak mau divisum,” ucapnya.

Namun Aremania saat ini masih belum bisa memastikan, berapa jumlah korban pastinya. Dadang berkata, pihaknya telah membentuk tim pencari fakta.

Baca juga: Pep Guardiola Sebut Tragedi Kanjuruhan Menyedihkan, Dunia Sudah Gila

“Jumlah korban saya tidak mau berasumsi berapa, belum pasti,” tambahnya.

Kini, Aremania juga membentuk tim Aremania pencari fakta, nantinya akan disinkronkan. Pihaknya akan komunikasi antardaerah bukan hanya di Malang Raya saja. Dari Banyuwangi, madiun, Pasuruan, Blitar, Kediri, dan Jombang.

Kinerja Iriawan turut mendapat sorotan setelah Tragedi Kanjuruhan

Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan, menjawab pertanyaan terkait desakan kepada dirinya untuk mundur dari jabatan ketua umum PSSI.

Kini PSSI dituntut untuk melakukan evaluasi dan investigasi terkait kejadian tersebut, dan Iriawan dipaksa warganet untuk bertanggung jawab atas kejadian memilukan itu.

“Ya desakan semua orang bisa bicara apa saja,” singkat sosok yang akrab dipanggil Iwan Bule itu, ketika ditanya awak media soal desakan mundur.

Tim investigasi independen sudah dibentuk untuk menyelidiki tragedi Kanjuruhan. Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dihentikan selama dua pekan. Sementara Kualifikasi Piala Asia U-17 tetap dijalankan, karena event internasional.

Baca juga: Kemenangan Tanpa Selebrasi Timnas Garuda Muda U-17 Usai Babat Guam 14-0
Exit mobile version