Kapolres Bintan Perintahkan Anak Buah Patroli ke Bekas Galian Tambang

Kapolres Bintan
Kepala Polres Bintan, AKBP Riky Iswoyo. (Foto: Andri Dwi Sasmito)

BINTAN – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, AKBP Riky Iswoyo, memerintahkan anak buahnya untuk patroli bersama aparat setempat ke bakas galian tambang di daerah tersebut.

Sebab, selama ini bekas galian tambang, baik itu bauksit, batu granit, bahkan tambang pasir menelan korban jiwa.

Patroli yang akan dilakukan Polres Bintan melalui Polsek jajaran, salah satu upaya pencegahan agar masyarakat tidak beraktivitas di dalam kawasan bekas tambang.

“Jika ditemukan, maka kita minta masyarakat untuk langsung keluar, dan tidak kembali lagi melakukan akvitas di kawasan bekas tambang,” kata AKBP Riky di Bintan, Kamis (12/10).

Selain patroli, kata AKBP Riky, pihaknya akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait serta pihak perusahaan tambang untuk bersama-sama untuk melakukan upaya pencegahan.

“Seperti memasang pengamanan di lokasi tambang. Supaya masyarakat tidak mudah masuk ke dalam lokasi bekas tambang,” terang dia.

Baca juga: Bupati Bintan Minta Perusahaan Swasta Pasang Pagar di Kawasan Kolam Bekas Tambang

Sebelumnya, Bupati Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Roby Kurniawan meminta pemilik perusahaan swasta untuk memasang pagar di kawasan bekas galian tambang. Pasalnya, dalam sebulan terakhir dua anak di Kecamatan Bintan Timur tewas tenggelam di bekas galian tambang.

Kedua anak itu, yakni Imelda Apriyani ditemukan meninggal di dalam kolam bekas tambang batu granit di Kelurahan Kijang Kota. Kemudian Sigit Purnomo Aji meninggal di dasar kolam bekas tambang bauksit Kampung Bangun Rejo, Kelurahan Gunung Lengkuas.

“Dengan kurun waktu satu bulan, sudah dua orang anak tenggelam di kolam bekas tambang di Bintan,” kata Roby Kurniawan di Bintan, Selasa (10/10).

Roby meminta kepada perusahaan swasta untuk segera memagar keliling kawasan kolam bekas galian tambang agar tidak ada akses orang masuk.

“Ya, harus (kolam bekas galian tambang) dilakukan penutupan seperti buat pagar,” katanya. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News