IndexU-TV

Kecewa Tak Ditemui Ansar, Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lanjutan

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan menggelar aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Kepri, Senin (7/6). (Foto: Tommy)

Tanjungpinang – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan menggelar aksi unjuk rasa terkait evaluasi 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad-Marlin Agustina di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (7/6).

Dalam orasinya, masa aksi mengatakan, tujuh program unggulan Ansar-Marlin pada masa kampanye dinilai hanya jadi wacana semata. Menurut massa aksi, kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur pantas diberikan kartu kuning.

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan dalam 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri dalam penaganan pandemi COVID-19 serta strategi pemulihan ekonomi dan kebijakan

Pertama, pihaknya mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri meningkatkan sarana fasilitas kesehatan guna menunjang penaganan COVID-19. Kedua, mendesak dan meminta Pemprov Kepri mengelola dan mentransfaransikan regulasi kepulangan 7000 pekerja migrasi Indonesia (PMI) di Kepri.

Ketiga, mahasiswa juga mendesak Pemprov Kepri melakukan segera mungkin menghadirkan solusi kongkrit terhadap pemulihan perekonomian. Keempat, mendesak Pemprov Kepri melakukan transfaransi terhadap pengelolaan labuh jangkar sebagai penunjang PAD Kepri.

Kelima, mendesak Pemprov Kepri untuk mengusut dan menindak tegas korporasi dan oligarki tambang yang merusak lingkungan. Keenam, mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan dana hibah Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri yang merugikan keuangan daerah lebih kurang Rp5,6 miliar.

Terakhir, mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur segera mungkin merealisasikan tujuh program unggulan yang dijanjikan pada masa kampanye.

Baca juga: HMI Tanjungpinang-Bintan Akan Gelar Aksi di Kantor Gubernur Kepri

Usai membacakan pernyataan tersebut, massa aksi mengaku kecewa lantaran tidak bisa bertemu langsung dengan Gubernur dan Wakil Gubernur. Bahkan, massa juga tidak memberikan kesempatan kepada salah seorang Staf Ahli Gubernur yang akan merespon aksi tersebut.

“Aksi hari ini sangat mengecewakan kami, karna kami merasa Gubernur ataupun Wakil Gubernur yang tidak mau menemui kami,” kata Koordinator Lapangan aksi, Zulfikar Rahman.

Ketua Umum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan Hendri menegaskan, bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar aksi lanjutan untuk menyampaikan aspirasi terkait evaluasi 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri tersebut.

“Selanjutnya, kita pastikan dalam waktu dekat kita akan melakukan aksi kembali untuk bertemu langsung dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri,” tegasnya.

Pewarta: Tommy
Redaktur: Albet

Exit mobile version