Pemilu 2024 Masih Jauh, Bawaslu Kota Tanjungpinang MoU dengan OKP dan Ormawa

  • Bagikan
Pemilu 2024 Masih Jauh, Bawaslu Kota Tanjungpinang Sudah Bersiap
Sosialisasi dan edukasi Pengawasan Partisipatif serta Penandatanganan MOU dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024 antara Bawaslu Kota Tanjungpinang dengan sejumlah OKP dan Ormawa beberapa waktu lalu. (Foto: Ulasan.co)

Tanjungpinang – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 masih jauh, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau sudah bersiap-siap dengan menjalin kerja sama dengan OKP dan Ormawa.

Pwersiapan itu, Bawaslu Kota Tanjungpinang sudah menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU), dengan sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) se-Tanjungpinang.

Tujuannya, untuk sama-sama mempersiapkan Pemilu 2024 mendatang.

Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhamad Zaini menjelaskan, Bawaslu akan terus merangkul semua potensi organisasi guna menyukseskan dan membangun pengawasan partisipatif menuju Pemilu dan Pilkada 2024 yang demokratis, berintegritas dan berkualitas.

Bentuk upaya yang dilakukan, dengan kunjungan silaturahim dan koordinasi, sharing diskusi, pendidikan politik melalui sosialisasi edukasi serta penandatangan MoU kerjasama dalam pengawasan partisipatif.

Baca juga: Calon Anggota KPU-Bawaslu Jalani Skrining Wajah

“Sosialisasi edukasi dan MoU ini sebagai tindaklanjut dari kunjungan silaturahim koordinasi Bawaslu, ke sejumlah organisasi beberapa waktu lalu. Semua sepakat dalam satu persepsi dan spirit yang sama, guna mengawal Pemilu yang berkualitas.”, ungkap Zaini, Senin (29/11).

Zaini menuturkan kegiatan sosialisasi edukasi dan penandatangan MoU dilakukan dalam dua tahapan dan pertama bersama tujuh OKP.

Sementara tahap kedua bersama tujuh Ormawa yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Selain itu, Bawaslu juga telah dan terus melakukan kegiatan sosialisasi edukasi pengawasan partisipatif kapada masyarakat secara langsung, diantaranya Pemuda Pulau Penyengat, warga Senggarang, Madong, Sei. Carang, Dompak, dan Air Raja.

Hal senada disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kota Tanjungpinang, Novira Damayanti, SE, bahwa sosialisasi edukasi ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu.

Substansi pesan MoU sebagai bentuk komitmen bersama organisasi dalam membuat program sosialisasi, dan edukasi bagi internal anggota OKP, Ormawa dan kepada masyarakat agar terwujud pemilih cerdas, serta turut mengawal pesta demokrasi yang berkualitas.

Diantara upaya program pengawasan partisipatif, yang dapat dilakukan antara lain dapat membentuk forum diskusi, sosialisasi edukasi, forum warga, webinar secara berkala, pemanfaatan Pojok Pengawasan Bawaslu atau pengembangan seperti program SKPP (Sekolah Kader Pengawas Partisipatif), yang telah melahirkan KPP (Komunitas Pengawas Partisipatif), lalu bermuara sebagai pendidikan politik guna menciptakan pemilih yang cerdas.

Demikian juga Anggota Bawaslu Kota Tanjungpinang, Maryamah, M.Pd.I berharap agar OKP, Ormawa dan masyarakat bersama Bawaslu mencegah, mengawasi dan melaporkan berbagai potensi dugaan pelanggaran yang dapat menciderai kualitas demokrasi.

Apalagi tantangan pesta demokrasi 2024 kedepan sangat kompleks, sejarah pertama Indonesia dalam tahun yang sama Pemilu dan Pilkada serentak.

Sekitar bulan Februari, dalam satu hari pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, sekaligus Pemilihan Legislatif DPRD Kota, Provinsi dan RI dan DPD RI, lalu disusul bulan november Pemilihan Kepala Daerah Walikota dan Gubernur.

Sementara itu Hendri selaku Ketum Umum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan, merespon positif upaya Bawaslu membangun pengawasan partisipatif.

“Kami sangat mengapresiasi Bawaslu yang merangkul semua organisasi Cipayung plus dalam mengawal pesta demokrasi. Kita tindaklanjuti bersama MOU ini dengan program pengawasan partisipatif menuju Pemilu yang berkualitas,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Safar, Ketua PMII Tanjungpinang Bintan.

Ia merasa yakin kualitas Pemilu mendatang dapat terjamin dengan adanya sinergitas berbagai elemen.

“Upaya kerjasama Bawaslu dengan semua pihak, kita optimis kualitas proses dan hasil pemilu semakin lebih baik,” tuturnya.

  • Bagikan