PEMBERITAHUAN Kepada Pembaca ulasan.co Kami menginformasikan logo ulasan.co telah diganti dengan logo terbaru, yang lebih menarik. Semoga tetap menjadi penyemangat kami untuk berkarya sebagai garda terdepan dalam menginformasi berbagai peristiwa penting. Selamat Membaca. Salam Sehat!
BisnisFlash News

Batik dan Produk Rajutan Napi Tanjungpinang Laris-Manis

Diorder Berbagai Daerah

Tanjungpinang, ulasan.co – Batik bercorak buah kemunting dan daun resam karya 30 napi di Rumah Tahanan Kota Tanjungpinang laris-manis.

Kreativitas para napi ini mengundang berbagai pihak untuk melihatnya secara langsung, termasuk pemerintah pusat dan
Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Tanjungpinang.

Ketua Dekranasda Tanjungpinang, Juariah Syahrul, di Rutan Tanjungpinang, Jumat (16/11), akan membantu mempromosikan baju batik dan berbagai produk rajutan karya napi di rumah tahanan.

Baju dalam berbagai motif dan produk rajutan warga binaan sangat menarik sehingga diyakini laku dijual.

Karena itu, Dekranasda Tanjungpinang berinisiatif untuk membantu mempromosikan produk tersebut, salah satunya dipromosikan di Gedung Gonggong dan kegiatan bazar.

“Kami juga akan promosikan dalam kegiatan pameran,” katanya.

Pengurus Dekranasda Tanjungpinang mengunjungi para napi tidak dengan tangan kosong. Mereka menyumbang baju marawis untuk dipergunakan para warga binaan.

Dekranasda Tanjungpinang juga memberikan sertifikat dan uang saguhati kepada 30 orang napi yang dinilai berhasil
memproduksi baju batik yang menarik dan berbagai produk jarutan.

“Tas, dompet, taplak meja, kain batik, scrab rajutan warga binaan menarik,” ucapnya.

Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang, Syarifah Zeirina, mengatakan, napi yang mengikuti pelatih membatik dan merajut bukan hanya wanita.

“Justru warga binaan yang laki-laki menghasilkan karya yang lebih rapi,” ujarnya.

Dari hasil pelatihan itu, kata dia para napi berhasil memproduksi produk yang layak jual. Setiap produk yang terjual akan menambah pendapatan bagi para napi.

Baju batik dan beragam produk rajutan itu sudah dijual ke Natuna, Bekraf Jakarta, Dinas Pariwisata Tanjungpinang dan tempat wisata berskala internasional di Lagoi, Bintan.

“Kami berharap ketrampilan yang diperoleh selama di rutan dapat dikembangkan hingga bebas,” katanya.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close