IndexU-TV

Buah Jadi Alternatif Cemilan Hindari Kenaikan Berat Badan Pasca Ramadan

Buah Jadi Alternatif Cemilan Hindari Kenaikan Berat Badan Pasca Ramadan
Ilustrasi -Gaya hidup sehat. ANTARA/Shutterstock/am.

TANGERANG – Buah-buahan bisa jadi alternatif cemilan untuk menghindari kenaikan berat badan berlebih pasca Ramadan dan Lebaran. Hal itu karena buah-buhan banyak mengandung serat serta air yang sangat baik untuk kesehatan.

“Serat memberikan rasa kenyang sehingga kita tidak mudah merasa lapar,” kata Dokter Umum RS Sari Asih Karawaci Kota Tangerang, dr Fadli Ambara, Jumat (13/5).

dr Fadli Ambara menjelaskan, serat dapat memperlancar saluran pencernaan dan kandungan air dalam buah-buahan dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

“Kadar gula dalam buah-buahan tidak terlalu besar sehingga tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah di dalam tubuh, yang tentu saja jika tidak dikonsumsi secara berlebihan,” ujarnya.

Baca juga: 10 Sayuran yang Cocok untuk Diet

Ia menuturkan pada saat seseorang berpuasa satu bulan penuh terjadi penurunan berat badan akibat dari “fatt loss”. Karena pada saat berpuasa dengan rata rata berdurasi antara 12-16 jam tubuh banyak menggunakan cadangan energi termasuk penggunaan lemak sebagai bahan bakar energi.

Penurunan berat badan pada saat berpuasa berkisar antara 1,5 kilogram hingga 3 kilogram pada minggu awal sampai dengan minggu ketiga puasa. Pada minggu selanjutnya kemungkinan penurunan berat badan lebih sedikit karena metabolisme tubuh sudah mulai beradaptasi dan kebutuhan energi tubuh juga sudah mengalami penyesuaian.

Tetapi yang jadi permasalahan adalah pada saat setelah bulan Ramadhan berakhir dan memasuki hari raya Idul Fitri, akan dihadapkan dengan jumlah makanan yang berlimpah, frekuensi dan waktu makan yang berubah.

“Hal tersebut akan merubah pola yang telah terbentuk selama melakukan puasa Ramadhan dan dapat berefek kepada gangguan kesehatan serta kenaikan berat badan dalam waktu cepat,” ujarnya.

Cara lain untuk menghindari terjadi kenaikan berat badan adalah dengan menerapkan pola makan teratur tiga kali sehari disertai camilan yang sehat diantara waktu makan dengan jumlah yang tidak berlebihan dan dilaksanakan di waktu yang konsisten.

“Hindari makan terutama makan yang banyak mengandung lemak dan gula berlebih pada saat malam hari menjelang waktu tidur,” ujarnya.

Baca juga: 10 Buah yang Baik untuk Jaga Kadar Gula Darah

Lalu tidak melewatkan sarapan karena sumber modal energi awal untuk melakukan aktifitas dan membuat rasa kenyang lebih lama. Sarapan yang baik harus mengandung protein dan serat yang cukup serta tidak mengesampingkan karbohidrat sebagai sumber utama energi.

Mengatur durasi makan dengan tidak terburu buru untuk menambah jumlah porsi makan lainnya. “Berikan waktu untuk tubuh dalam memberikan signal kenyang sehingga kita tidak akan berlebihan dalam mengkonsumsi makanan,” katanya.

Olahraga yang rutin merupakan salah satu cara yang telah terbukti dapat menjaga berat badan kita agar selalu ideal. Jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan usia. “Durasinya dapat disesuaikan antara 15-45 menit,” kata dia.

Tidur merupakan waktu tubuh untuk melakukan metabolisme. Oleh karena itu kurangnya waktu tidur dapat mempengaruhi metabolisme tubuh dan secara tidak langsung akan berpengaruh kepada kenaikan berat badan. Durasi tidur untuk dewasa adalah 7-8 jam per hari.

“Diharapkan dengan pola tidur yang baik dan durasi tidur yang cukup dapat memaksimalkan proses metabolisme tubuh, sehingga tubuh menjadi sehat dan resiko untuk terjadinya kenaikan berat badan dapat berkurang,” pungkasnya.

Exit mobile version