DKP Kepri Minta Nelayan Berhati-Hati saat Melaut di Perairan Perbatasan

Kepala DKP Kepri, Said Sudrajad
Kepala DKP Kepri, Said Sudrajad. (Foto: Ardiansyah)

TANJUNGPINANG – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Riau (Kepri) meminta nelayan tradisional berhati-hati saat melaut di perairan perbatasan negara tetangga.

Kepala DKP Kepri, Said Sudrajad mengatakan, belakangan ini memang sangat banyak nelayan tradisional asal Kepri yang diamankan aparat penegak hukum Malaysia, karena diduga melanggar batas wilayah.

“Kami imbau agar nelayan selalu berhati-hati saat di laut perbatasan,” kata dia, Rabu 01 Mei 2024.

Menurutnya, delapan nelayan asal Natuna yang diamankan APMM itu belum sepenuhnya melewati batas wilayah perbatasan. Namun, sudah terlanjur diamankan oleh APMM.

“Kalau menurut kami itu belum masuk wilayah mereka,” ucapnya.

Baca juga: KNTI Bintan Minta Pemerintah Bantu Nelayan Ditangkap di Malaysia

Diakuinya, nelayan di Kepri masih bersifat tradisional dan belum memiliki perangkat navigasi yang mumpuni agar dapat mengetahui batas wilayah.

Meskipun begitu, DKP Kepri terus melakukan sosialisasi agar para nelayan lebih memahami batas laut Kepri, serta bekerja sama dengan BPPD Kepri untuk membuat program hulu.

“Kami terus lakukan komunikasi dengan kementrian dan gubernur, kami juga sudah surati bahwa ini batas negara kita.”

“Namanya nelayan ini kalau sudah di laut itu enak. Laut itu ibaratkan kayak kita hanyut nangkap sana nangkap sini,” tutupnya. (*)

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News