IndexU-TV

Indonesia Capai Swasembada Beras, Karantina Pertanian Tanjungpinang Beri Dukungan

Indonesia Capai Swasembada Beras, Karantina Pertanian Tanjungpinang Beri Dukungan
Koordinator Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang, Ainal Ikram (Foto: Rindu Sianipar)

Dibalik keberhasilan ini, Rajendra juga menyampaikan terimakasih atas kerja keras Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) yang secara baik mampu mengimplementasikan semua arahan Presiden Jokowi. “Kami ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Menteri Syahrul Yasin Limpo atas peranannya dalam menjamin produksi pangan yang mencukupi untuk populasi Indonesia yang cukup besar,” katanya.

Rajendra menambahkan, transformasi sistem pangan dan pertanian adalah strategi yang sangat diperlukan dalam penguatan pangan Indonesia, terutama didalam menghadapi tantangan yang sangat komplek saat ini.

Indonesia cukup maju dalam upaya kerja keras tersebut. “Saat ini, dunia sedang menghadapi tantangan ketahanan pangan yang cukup sulit, dan sekali lagi kami ingin menyatakan komitmen FAO untuk bekerja secara erat dengan Indonesia dalam upaya transformasi menuju sistem pangan dan pertanian yang efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sebelumnya, Lembaga penelitian beras dunia, International Rice Research Institute (IRRI) memberikan penghargaan terhadap Republik Indonesia yang mampu mencapai swasembada beras.

Pengharagaan ini diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta. IRRI menilai Indonesia mencapai swasembada karena mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lebih dari 20 persen.

Diketahui, produksi beras nasional dari tahun 2019 konsisten beradi di angka 31,3 juta ton sehingga berdasarkan hitungan BPS jumlah stok akhir di bulan April 2022 tertinggi di angka 10,2 juta ton.

Presiden mengatakan, di tengah ancaman krisis pangan di tingkat global, pemerintah Indonesia terus berkomitmen meningkatkan produksi nasional dan menjamin ketercukupan pangan di dalam negeri sekaligus memberikan kontribusi bagi kondisi pangan internasional.

“Terima ksih yang sebesar-besarnya kepada pelaku dan bekerja di sawah, para petani Indonesia atas kerja kerasnya, tentu saja Bupati, gubernur dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) yang semuanya bekerja sama dengan riset-riset dari universitas perguruan tinggi yang kita miliki. Ini adalah kerja yang terintegrasi dan kerja gotong royong,” terangnya. (*)

Exit mobile version