Penyangga Jembatan Penghubung Desa Penaga-Bintan Buyu Ambles Lagi

Jembatan Tanah Merah berada di Desa Penaga, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), sudah ambles, miring hingga renggang. (Foto:Andri DS/Ulasan.co).

BINTAN – Pondasi penyangga jembatan penghubung Desa Penaga dengan Desa Bintan Buyu di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau ambles dan tak bisa dilalui warga desa setempat.

Jembatan penghubung dua desa itu berada di Jalan Tanah Merah, Kabupaten Bintan.

Pantauan ulasan.co, Selasa (07/06), pondasi penyangga jembatan sudah miring.

Sehingga lantai jembatan dengan dua dinding beton penyangga renggang sekitar 15 sentimeter hingga 30 sentimeter.

Selain itu, dinding jembatan berada di kiri dan kanan juga ambles berserta tanah timbunan.

Sehingga akses jalan yang menghubungkan dua desa tersebut tidak bisa dilintasi masyarakat.

Kepala Desa Penaga, Hamrudin mengatakan, pembangunan jembatan berada di Jalan Tanah Merah, Desa Penaga sudah berlangsung sekitar 3 tahun.

Mulai dari survei, penimbunan akses jalan, hingga pembangunan jembatan yang menghubungkan dua desa.

Bahkan ambles akses jalan tersebut, kata Hamrudin, sudah terjadi dua kali.

Baca juga: Roby Kurniawan Diusulkan ke Mendagri untuk Menjadi Bupati Bintan Definitif

Awalnya, akses jalan melalui jembatan itu ambles diperkirakan terjadi sekitar pertengahan tahun 2021.

Setelah diperbaiki hingga di timbun oleh pekerja, jalan tersebut kembali ambles.

Kejadian untuk kedua kalinya, diperkirakan terjadi akhir tahun 2021 lalu.

“Jembatan ini sempat dilintasi dengan warga kita,” ucap dia.

Setelah terjadi ambles yang kedua, katanya, belum ada lagi pengerjaan perbaikan jembatan tersebut sampai saat ini.

“Kalau mangkrak baru lima bulan ini,” terang dia.

Pembangunan jembatan yang sudah dibangun pemerintah itu, diharapkan bisa ditindaklanjuti hingga diperbaiki.

Supaya masyarakat setempat bisa melintasi akses jalan tersebut.