90 Relawan Kebakaran Siap Bertugas di Tanjungpinang

Relawan Kebakaran
Pelantikan Redkar Tanjungpinang. (Foto: Dok. Humas Pemkot Tanjugnpinang)

TANJUNGPINANG – Sebanyak 90 Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) siap menjalankan tugasnya di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Hasan, melantik 90 Redkar di halaman kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tanjungpinang, Selasa (26/09).

“Petugas 90 Redkar dari 18 kelurahan se-Kota Tanjungpinang juga mendapatkan pelatihan mengenai penanggulangan dan bahaya kebakaran,” kata Hasan.

Ia mengatakan, Redkar merupakan organisasi berbasis masyarakat yang secara sukarela berpartisipasi mewujudkan ketahanan lingkungan dari bahaya kebakaran dibentuk secara nasional.

“Relawan yang baru dikukuhkan dapat bersama-sama saling berkoordinasi baik bersama Lurah, Camat dan pemadaman kebakaran untuk menanggulangi kebakaran di Tanjungpinang,” ujarnya.

Hasan menjelaskan, perkembangan kawasan permukiman dan industri di Tanjungpinang memberikan dampak yang harus diwaspadai. Salah satunya, semakin meningkatnya potensi ancaman kebakaran, sehingga memerlukan manajemen pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang komprehensif.

Menurutnya, selain kejadian kebakaran di pemukiman padat, fenomena yang sering terjadi di Tanjungpinang adalah kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran itu, juga lantaran faktor manusia baik sengaja maupun tidak selain faktor alam.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data DPKP dari Januari hingga Agustus 2023 ada 89 kali peristiwa kebakaran di Tanjungpinang.

“Dengan persentase 75 persen adalah kejadian kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Dari data tersebut, sambung Hasan, sangat dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk mendukung pelaksanaan penanggulangan.

“Kami harapkan seluruh anggota Redkar bersama-sama terlibat aktif untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul dari resiko bahaya kebakaran. Dinas Kebakaran juga harus informatif dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran sehingga tercipta sinergi antara dinas kebakaran dan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DPKP Tanjungpinang Agustiawarman mengatakan, pelatihan anggota Redkar berlangsung selama dua hari dari 26-27 September 2023.

“Seyogianya saya mau melatih 180 orang Redkar, karena akibat rasionalisasi dan lain sebagainya akhirnya disesuaikan hanya 90 orang,” ujarnya.

Baca juga: Pj Wali Kota Tanjungpinang Diminta Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Ia menambahkan, Redkar tidak bertugas memadamkan kebakaran, akan tetapi mereka sebagai pion terdepan dalam dalam hal melaporkan atau mengoordinasikan segala macam terjadi kebakaran kepada DPKP.

“Selain pelatihan kita juga menyerahkan alat pemadam kebakaran Apar 3 buah kepada 18 Kelurahan se-Kota Tanjunpinang,” imbuhnya. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News