IndexU-TV

Baru 2 Hari Dipulangkan dari Malaysia, 3 Terduga Perompak Ditangkap Lanal TBK

Lanal TBK
Palaksa Lanal TBK, Mayor Laut (KH) P Panjaitan (tengah) menyampaikan penangkapan terhadap tiga terduga pelaku perompakan (belakang). (Foto: Elhadif Putra)

KARIMUN – Tiga dari lima orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diselamatkan saat terdampar di perairan Malaysia ditangkap prajurit Pangkalan TNI AL Tanjungbalai Karimun (Lanal TBK).

Ketiga orang tersebut adalah Arfiliandi alias Alfin (34), Jimmi Gomgom Parsaoran Pasaribu (33) dan Mardian Sumarwan alias Jangkung (44). Mereka ditangkap karena terindikasi sebagai kelompok perompak kapal di perairan Selat Malaka dan Selat Singapura.

Padahal mereka baru dua hari kembali ke Indonesia usai diselamatkan di perairan Johor, Malaysia. Sebelumnya mereka bersama dua rekannya yang lain, Tengku Febri Fahendra (21) dan Warnata (40), hanyut ke perbatasan Johor. Kapal mereka dihantam cuaca buruk di perairan Selat Malaka, pada tanggal 7 Oktober 2023.

Pada tanggal 30 Oktober, kelima orang itu dijemput dan dibawa ke Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Di dermaga Lanal TBK mereka sempat didata. Selanjutnya mereka dikembalikan ke rumah masing-masing.

Namun, setelah TNI AL melakukan pemeriksaan terhadap data-data yang diambil, diketahui mereka merupakan kelompok perompak.

“Setelah melakukan pengolahan data, baik dari Tim Intel Lanal TBK, Lantamal IV dan Koarmada I, didapati mereka terindikasi sebagai pelaku perompakan di Selat Malaka dan Selat Singapura,” kata Palaksa Lanal TBK, Mayor Laut (KH) P Panjaitan, didampingi Pasintel, Kapten Laut (E) M Amir Mahmud, Rabu (01/11) sore.

Selanjutnya Lanal TBK melakukan penelusuran terhadap keberadaan kelima orang tersebut, dan ditemukan tiga diantaranya tengah berada di Desa Pongkar, Kabupaten Karimun.

Tim Intel Lanal TBK bersama personel Posal Leho kemudian menangkap mereka Selasa (31/10) pagi.

Dari hasil pemeriksaan saat penangkapan, ketiga orang tersebut melakukan pesta sabu pada malam sebelum tertangkap.

“Setelah kita tracing posisi. Mereka ada di Pongkar. Kita jemput mereka, dan ternyata malamnya selesai pesta sabu. Mereka bersenang-senang dan berpikir sudah bisa mengelabui petugas,” ujar P Panjaitan.

Ketiganya kemudian dibawa ke Mako Lanal TBK. Sementara dua rekan mereka telah terlebih dahulu melarikan diri.

Sementara Pasintel Lanal TBK, Kapten Laut (E) M Amir Mahmud mengatakan, orang-orang yang diamankan tersebut merupakan pemain lama dan bukan warga Kabupaten Karimun.

“Ada asal Indramayu, Jakarta dan Batam. Mereka kadang berganti-ganti kelompok, formasinya tidak tetap,” kata Amir.

Modusnya, mereka merompak dengan berkelompok dan berpura-pura sebagai pemancing atau melakukan barter barang dengan kapal-kapal besar yang melintas di OPL.

Dalam aksinya, mereka terlebih dahulu menentukan sasaran menggunakan aplikasi ship info, yang berisi informasi nama kapal, spesifikasi kapal, kecepatan kapal hingga muatan.

Selanjutnya mereka menuju sasaran menggunakan kapal jenis pancung. Empat orang menaiki kapal sasaran untuk melakukan pencurian sparepart dan satu orang menunggu di kapal pancung.

“Mereka lalu menghubungi pembeli dan mengirim (hasil curian) lewat TIKI,” ujar Amir.

Baca juga: Basarnas Tanjungpinang Jemput 5 WNI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

Untuk kelompok Mardian alias Jangkung alias Panjang telah beraksi sejak tahun 2000. Di tahun 2023 kelompok tersebut telah beraksi sebanyak 10 kali.

Amir menambahkan, aksi perompakan di Selat Malaka dan Selat Singapura sangat meresahkan, hingga menjadi sorotan Internasional.

Beberapa waktu lalu terjadi aksi perompakan di atas kapal MV Merchia. Dalam kejadian tersebut perompak melakukan penusukan terhadap nakhoda. (*)

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News

Exit mobile version