Opini
Trending

Covid 19 Masih Terus Mengancam oleh Bobby Julian

 

Tanjungpinang, Ulasan. Co – Sebuah foto memperlihatkan berlusin kendaraan militer Italia disiapkan operasi membawa korban Covid 19 di seluruh negara itu di mana kamar mayat terlalu penuh untuk menampung jasad korban. Peti mati telah mengisi penuh kamar-kamar dua rumah sakit dan rumah duka pemakaman umum.

Dalam foto itu, truk-truk tersebut bergerak melalui kota Bergamo di wilayah Lombardy, salah satu wilayah yang paling parah terkena serangan virus COVID-19. Kota ini telah mencatat setidaknya 93 orang meninggal akibat virus Corona.

Media asing melaporkan bahwa sekitar 70 peti mati ditempatkan di 30 truk dan akan diangkut ke krematorium di sejumlah lokasi di Italia. Setelah mayat dikremasi, abunya akan dibawa kembali ke Bergamo.

“Kami mempersiapkan diri secara psikologis dengan melihat gambar-gambar Cina, tetapi tidak terpikirkan untuk membayangkan kehancuran seperti itu,” ujar Direktur Medis rumah sakit Chiari di Brescia dan Lombardy, Jean Pierre Ramponi, dikutip dari laman gurukuaan.com.

“Sekarang dari 450 tempat tidur, 220 ditempati oleh orang-orang yang terpapar COVID-19,” imbuhnya.

“Situasi dengan kami, di pinggiran Brescia, sangat dramatis, kami tidak tahu ke mana harus membawa pasien, rumah sakit melakukan segalanya, tetapi di luar jumlah tertentu mereka tidak dapat membantu,” ia menambahkan.

“Ada antrian berjam-jam di depan rumah sakit,” ucapnya dikutip dari Daily Star, Jumat (20/3).

Walikota Bergamo, Giorgio Gori mengatakan, jumlah korban meninggal akibat virus Corona yang sebenarnya bisa lebih tinggi karena banyak orang dengan gejala COVID-19 telah meninggal sebelum dilakukan tes.

“Krematorium Bergamo, yang bekerja dengan kapasitas penuh, 24 jam sehari, dapat mengkremasi 25 orang mati,” seorang juru bicara otoritas setempat menjelaskan.

“Jelas bahwa (krematorium) itu tidak bisa bertahan dengan jumlah (korban) beberapa hari terakhir,” imbuhnya.

Jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Italia melonjak 475 jiwa dalam sehari menjadi hampir 3.000, peningkatan terbesar sejak wabah menyerang negeri Pizza itu.

Italia adalah negara yang terkena dampak terburuk di dunia setelah China, tempat virus ini berasal tahun lalu.

Sebagai informasi lanjutan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa mengisolasi diri sangatlah penting untuk memutus rantai Covid 19 sebagaimana yang dijelaskan dalam surat terbuka dokter Tifauzia Tyassuma dilansir dari laman duta.co

Berikut isi surat yang diditulisnya:

Tahukah Bapak Presiden Dan 271 juta Rakyat Indonesia

Saat ini ITALIA sebagai negara besar, maju, dan kaya, Dokter dan Praktisi Kesehatan, sebagian sudah mengibarkan bendera putih karena tak sanggup lagi merawat pasien dan mengetahui dirinya adalah individu yang paling rentan saat ini untuk terkena COVID 19, dan mereka telah MENYAKSIKAN DENGAN MATA KEPALA SENDIRI, teman-teman mereka para Dokter dan Perawat yang menderita di ruang ICU dan Isolasi.

Apa yang terjadi saat ini di ITALIA adalah, MEREKA SUDAH MEMILIH PASIEN MANA YANG HARUS MEREKA RAWAT, dan membiarkan PASIEN YANG PUNYA HARAPAN HIDUP KECIL untuk meninggal dengan begitu saja. Apakah itu artinya mereka tidak punya hati nurani! Tidak!

Itu adalah PROTOKOL PENANGANAN PASIEN DALAM KEADAAN BENCANA. Siapa yang punya harapan hidup lebih tinggi dia akan diprioritaskan, dan siapa yang punya harapan hidup kecil, akan dibiarkan menjemput ajal.

Tahukah Bapak Presiden Dan 271 juta Rakyat Indonesia

Dokter di ITALIA dan Jerman dan Perancis dan Inggris mampu menolak pasien, SAMA DENGAN Dokter di Indonesia.

TIDAK SAMA dengan Dokter di Cina.

Kenapa?

Karena kalau sampai Dokter dan Petugas Kesehatan menolak pasien, mereka bisa ditembak! Padahal Pemerintah Cina sudah menggelontorkan dana 20.000 Triliun untuk penanganan COVID 19 ini.

Dokter dan Petugas Kesehatan Rumah Sakit Indonesia saat ini bisa serentak menolak merawat Pasien!

Kenapa?

Karena sejak 5 tahun terakhir dengan penerapan BPJS, mereka ini adalah BURUH KERJA RODI dengan  bayaran menyedihkan dan kerja dengan fasilitas terbatas.

Lalu masih ditambah lagi mereka mau BAPAK wajibkan untuk merawat Pasien COVID 19 dengan taruhan nyawa sendiri dan keluarga? NO WAY!

Untuk Bapak ketahui, Dan 271 juta rakyat Indonesia,

Saat ini, sebagian besar Rumah Sakit di Indonesia menderita bleeding akibat defisit miliaran hingga ratusan miliaran karena BPJS ngemplang bayar.

Untuk menyediakan masker yang layak pakai di Rumah Sakit saja tak ada dana dan kemampuan, bahka  saat ini Para Dokter dan petugas kesehatan terpaksa menggunakan Masker KAIN yang tentu saja sangat tidak aman mencegah COVID 19.

Sementara, sampai dengan hari ke 14 sejak terjadinya Pandemi COVID 19, belum ada satupun berita PEMERINTAH cq Kemkes siap menyediakan dana sejumlah sekian khusus untuk penanganan COVID 19.

Bisakah Bapak bayangkan Dan 271 rakyat Indonesia bayangkan

Orang yang berstatus Positif COVID 19 akan berkeliaran di jalanan dan rumah.

Mayat-mayat bergelimpangan di Rumah Sakit, di rumah, bahkan di jalanan.

Dan itu SUDAH TERJADI di ITALIA! Negara besar dan kaya raya!

Cobalah sekali ini saja 271 Rakyat Indonesia

Pakailah nalar dan hati nurani Anda semua.

Kalau Anda terjangkit COVID 19, dan TIDAK ADA SATUPUN Rumah Sakit mau merawat anda,

Apa yang akan Anda lakukan?

Tifauzia Tyassuma

Dokter, Peneliti, Penulis

Related Articles

Back to top button
Close