IndexU-TV

Menunggu Sekda Kepri, Tergantung Lobi Kubu Bintan dan Kubu Batam?

Menunggu Sekda Kepri, Tergantung Lobi Kubu Bintan dan Kubu Batam?
Ilustrasi (Foto: Ulasan.co)

Tanjungpinang – Proses seleksi pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Riau (Kepri) tinggal menunggu hasil di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ada tiga nama yang telah dikrim Gubernur Kepri Ansar Ahmad hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) ke Kemendagri.

Ketiga nama tersebut, yakni Adi Prihantara selaku Sekda Kabupaten Bintan, Jefridin mantan Sekda Kota Batam, dan Sardison selaku Kepala DPMDDukcapil Pemprov Kepri).

Akademisi Robby Patria menilai pemilihan Sekda Kepri tinggal menunggu lobi. Menurutnya, penentuan Sekda Kepri merupakan ajang adu lobi antar “Kubu Bintan dan Kubu Batam,” terlebih lagi hingga saat ini belum ada sosok asal Kota Batam yang menjabat sebagai Sekdap Kepri.

“Orang Batam tak pernah jadi Sekdaprov. Selama ini orang Bintan dan Karimun,” ujar Robby di Tanjungpinang, Jumat (08/10).

Ia menjelaskan, ketiga nama saat ini sedang marak diberitakan merupakan sosok yang berkompeten dan layak menjadi Sekdap Provinsi Kepri.

“Kompetensi, pengalaman, rekam jejak, dan kualifikasinya sudah cocok menjadi sekda,” kata mantan Ketua KPU Tanjungpinang itu.

Dari tiga nama yang santer diberitakan itu, Robby menilai, terdapat dua sosok yang berkompeten untuk menjadi Sekda Kepri. Keduanya adalah Jefridin dan Adi Prihantara sosok paling layak menjadi Sekdap Kepri.

“Gubernur  Kepri (Ansar Ahmad) menginginkan orang yang sudah lama ia kenal, yaitu Adi Prihantara, keduanya pernah bekerja sama. Tentu secara naluri kemanusiaan, Ansar Ahmad akan melirik Adi Prihantara,” ucapnya.

Baca Juga: Tiga Nama Calon Sekda Kepri Telah Dikirim ke Kemendagari

Sementara untuk Jefridin, merupakan sosok yang sangat berpengalaman dan unggul secara kompetensi. Jefridin juga bekerja dengan Wali Kota Batam Muhammad Rudi. “Di Diklatpim I, dia (Jefridin) nomor satu,” ujarnya.

Meski gubernur telah memiliki nama untuk membantunya, untuk mewujudkannya tergantung kemampuan komunikasi atau lobi yang dilakukan.

“Jangan-jangan yang direkomendasikan itu A tapi yang terpilih si B,” ujarnya.

Meski berpotensi terlibat dalam politik menuju Pemilu 2024 mendatang. “Harapannya Sekdap Kepri nantinya tidak terlibat aktif dalam hal politis pada pesta demokrasi itu,” katanya.

Lanjut, kata Robby, hal terpenting ialah sosok yang nantinya terpilih mampu menjalankan tugasnya dengan baik, mampu menjalin komunikasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta menyukseskan visi misi Gubernur Kepri.

“Sekdap Kepri juga harus mampu menjadi penghubung yang handal antara Gubernur, DPRD, dan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap, peran Sekdaprov Kepri tidak seperti di Kota Tanjungpinang yang tidak terlihat.

“Sekdanya kurang nampak berperan,” tuturnya soal Sekda Kota Tanjungpinang.

Exit mobile version