Pelajari Bahasa Indonesia, 3 WNA Jadi Mahasiswa UIB

UIB
Rektor IUB, Iskandar Itan, saat membuka secara resmi program Darmasiswa. (Foto: Muhammad Chairuddin)

BATAM – Tiga warga negara asing (WNA) Tanzania, Ghana dan Rusia menjadi mahasiswa di kampus Universitas Internasional Batam (UIB) untuk mempelajari bahasa Indonesia.

Rektor UIB Iskandar Itan mengungkapkan, penerimaan para WNA itu merupakan program Darmasiswa UIB yang sudah berjalan sejak 2017 lalu.

“Mereka datang dari dua minggu lalu. Mereka belajar bahasa Indonesia, seni budaya yang ada di Indonesia di Universitas Internasional Batam selama satu tahun,” katanya, Ahad (10/09).

Menurutnya, sejak 2017 terdapat dua hingga empat WNA yang mengikuti program tersebut dengan asal negara yang berbeda-beda. Mulai dari Kolombia, Meksiko, Italia, Vietnam, Ukraina, hingga Prancis.

“Hanya saja kita sempat berhenti dua tahun karena memang mereka tidak bisa mengajukan untuk visa karena COVID-19 di tahun 2022 dan 2021. Sehingga kita baru menerima lagi tahun 2023 ini,” ujar Iskandar.

Setibanya di Indonesia, semua mahasiswa asing tersebut tinggal di asrama kampus agar mempercepat pemahaman mereka dalam berbahasa Indonesia.

“Dan umumnya mereka sudah memilih program Darmasiswa, umumnya mereka punya semangat tinggi untuk belajar bahasa Indoneisa dan juga seni budaya lainnya. Kemudian kita juga ada program untuk keliling ke berbagai tempat supaya mereka mengenal budaya, karena itu bagian dari programnya,” ujar dia.

Baca juga: Bertabur Ilmu dan Hadiah PKM Magister Ilmu Hukum UIB di Kampung Tebing Tinggi Batam

Ia menjelaskan pada akhir Program Darmasiswa mahasiswa tersebut wajib membuat laporan pembelajaran sebagai bukti bahwa mereka telah menjalankan program ini.

Iskandar memastikan, seluruh mahasiswa yang masuk itu telah memiliki legalitas yang jelas dan resmi.

“Karena mereka mengajukan mendaftarkan diri, mendapatkan persetujuan oleh Kementerian Luar Negeri dan Kemendikbud jadi tidak sembarangan. Kemudian juga visa mereka, sebagai izin tinggal mereka selama setahun itu melalui saluran yang semua terbuka dan resmi, sehingga mereka harus bikin laporan juga,” demikian Iskandar. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News