Sepanjang Tahun Ini 30 Kasus Kecelakaan Pelayaran Terjadi di Perairan Pulau Bintan

Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso
Direktur Operasional Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso. (Foto: Andri Dwi Sasmito)

BINTAN – Sebanyak 30 kasus kecelakaan pelayaran terjadi di sekitar perairan Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, periode Januari sampai November 2023.

Menurut data kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Tanjungpinang paling banyak terjadi di perairan Pulau Mapur, Kabupaten Bintan.

Menyikapi hal itu, Direktur Operasional Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso menyematkan tanda peserta rapat koordinasi dan penyusunan rencana kontingensi kecelakaan pelayaran di perairan Pulau Mapur 2023 di Hotel Bhadra Resort Bintan, Selasa (07/11).

Prakoso mengatakan, kontingensi ini berfokus pada pelayaran menjadi konsentrasi Basarnas Tanjungpinang.

“Saya berharap setiap stakeholder untuk bisa berupaya mengantisipasi, supaya tidak terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa,” sebut dia.

Baca juga: Basarnas Tanjungpinang Jemput 5 WNI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Bintan, Ahdi Muqsith menyampaikan, rakor ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan penyusunan dokumen rencana ke depan.

“Diharapkan agar dapat meningkatkan rasa tanggung jawab bersama dalam operasi SAR efektif, handal dan terpadu dalam menentukan sektor pencarian dan elemen strategis potensi SAR di Kabupaten Bintan,” kata Ahdi. (*)

Ikuti Berita Ulasan.co di Google News