Tukar Tambah Perhiasan di Toko Emas Tanjungpinang Meningkat

Toko Emas
Pedagang perhiasan emas di Toko Emas Sumbar Indah ketika mengambil perhiasan di etalase tokonya. (foto:Andri DS/Ulasan.co)

Tanjungpinang – Saat ini transaksi tukar tambah perhiasan di Toko Emas Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau saat ini sedang meningkat.

Sebelumnya, beberapa bulan yang lalu tren warga menjual perhiasan terbilang tinggi.

Beberapa warga yang menjual perhiasan, tak lain adalah karena terdampak situasi pandemi COVID-19.

Sehingga, uang hasil menjual perhiasan itu untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun, situasi jual beli pperhiasan emas berbeda menjelang akhir taun 2021.

Transaksi tukar tambah pembelian perhiasan emas dirasakan oleh dua toko emas berada di kawasan Bintan Centre (Bincen) Tanjungpinang, yaitu Toko Emas Sinar Tanjung dan Toko Emas Sumbar Indah.

Tahun 2021 ini, kata seorang karyawan Toko Emas Sumbar Indah, Jimi mengatakan, hampir sebagian besar konsumen melakukan transaksi tukar tambah perhiasan emas miliknya dengan yang baru.

Baik itu dari kadar perhiasan emas, model perhiasan emas, berat perhiasan emas hingga harga perhiasan emas.

Baca juga: Indonesia-Portugal Jajaki Kerja Sama Perikanan

Misalnya, lanjut Jimi, konsumen punya perhiasan 24 karat dengan berat 5 gram, dan jenis perhiasan emasnya kalung, lalu ditukar perhiasan emas jenis yang sama tapi model berbeda dan berat perhiasan emas serta karat berkurang, atau sebaliknya.

“Bisa jadi konsumen tambah uang, atau bisa jadi konsumen dapat uang dari sisa tukar tambah perhiasan emas tersebut,” ucap Jimi.

Karena saat ini, kata dia, harga perhiasan emas masih terbilang normal alias stabil.

Saat ini, perhiasan emas 24 karat dibanderol sekitar Rp834 ribu per gram.

Sementara, emas 23 karat dijual Rp763 ribu per gram dan emas 22 karat dengan harga Rp583 ribu per gram.

Berbeda di tahun 2020 lalu, lanjut dia, harga perhiasan emas bisa mencapai Rp1 juta per gram.

Saat itu, konsumen lebih memilih menjual perhiasan emasnya dibandingkan beli atau tukar pehiasan emas miliknya.

“Ditambah lagi, saat itu kebutuhan lebih banyak. Jadi, perhiasannya dijual,” terang dia.

Terpisah, Soni seorang pemilik Toko Emas Sinar Tanjung mengatakan, kondisi transaksi jual beli perhiasan emas masih terbilang stabil bila dibandingkan tahun 2020 lalu dengan tahun 2021 ini.

“Memang dominan tukar tambah perhiasan emas,” ucap Soni.

Tapi, kata dia, konsumen lebih memilih hingga memiliki perhiasan emas jenis cincin dan gelang dibandingkan kalung dan anting-anting.

“Rata-rata perhiasan emas 22 karat. Banyak model dan harga terjangkau oleh konsumen,” sebut dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.