6 Tempat Wisata Unggulan Wajib Dikunjungi saat Nonton MotoGP Mandalika

Enam Tempat Wisata Unggulan Wajib Dikunjungi saat Nonton MotoGP Mandalika
Puluhan kapal tradisional bersandar di Pantai Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (3/12/2019). Foto: Antara

Bukit Merese

Berjarak sekitar 12 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika, Bukit Merese wajib masuk ke dalam daftar tempat yang harus Anda datangi. Meski membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk bisa naik ke puncak bukit, namun lelah serasa akan langsung terbayar oleh cantiknya panorama Mandalika dari ketinggian. Garis Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta serta gradasi warna biru air lautnya semakin memanjakan mata.

Ditambah lagi, rerumputan hijau dan semilir angin laut yang siap menyambut. Datanglah pada petang hari bila ingin melihat matahari terbenam dan kenakan alas kaki yang nyaman untuk mendaki santai.

Pantai Tanjung Aan
​​​​​​​
Selain langsung berhadapan dengan Samudra Hindia, letak Pantai Tanjung Aan juga tidak jauh dari Bukit Merese atau sekitar 4 menit berkendara. Pantai Tanjung Aan terlihat melengkung dengan air yang jernih berwarna kebiruan. Pasir putih yang terhampar terkesan menawan dilengkapi ombak yang landai. Pastinya memikat hati, terutama bagi yang hobi berenang dan snorkeling.

Baca juga: Penyelenggara MotoGP Mandalika Terapkan Sistem Travel Bubble

Pantai Kuta Mandalika

Tidak hanya Bali, Lombok juga punya pantai bernama Kuta yang disebut sebagai pantai terpanjang di Mandalika. Pantai cantik ini berjarak sekitar 18 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika dan dikelilingi pepohonan rindang serta gazebo yang bisa dimanfaatkan pengunjung pantai untuk beristirahat atau berteduh saat matahari terik. Pantai Kuta Mandalika telah dilengkapi dengan fasilitas bermain anak.

Jangan lupa untuk memakai topi bila mampir pada siang hari untuk melindungi diri dari teriknya matahari. Anda bisa berpiknik di tepi pantai, membawa makanan dari rumah, atau makan siang di restoran terdekat.

​​​​​​​Desa Sade

Desa Sade berjarak sekitar 27 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika. Di desa ini wisatawan bisa berinteraksi dengan penduduk asli Lombok, yaitu suku Sasak. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat langsung proses menenun kain, memancing, dan menjala ikan.

Uniknya, di Desa Sade semua bangunan rumah di desa ini masih sangat tradisional dengan atap rumah yang terbuat dari ijuk, tembok dari anyaman bambu (tanpa paku), dan lantainya masih beralaskan tanah. Sembari melihat demonstrasi perempuan yang menenun di sana, Anda bisa melihat-lihat aneka kerajinan tangan yang dipamerkan di berbagai penjuru yang bisa Anda beli sebagai buah tangan.