Polisi Amankan 43 Orang Terkait Unjuk Rasa Berujung Ricuh di BP Batam

Polisi Amankan Warga
Sejumlah warga yang diamankan polisi saat aksi ricuh di kantor BP Batam. (Foto: Muhamad Islahuddin)

BATAM – Polresta Barelang dan Polda Kepri mengamankan 43 orang terkait aksi unjuk rasa berujung ricuh di kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (11/09).

“Mereka diduga sebagai pelaku kekerasan terhadap petugas, melakukan pengerusakan pagar dan kaca gedung kantor BP Batam serta pelemparan terhadap petugas dalam aksi unjuk rasa kemarin,” kata Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Tigor Sibadariba, Selasa (12/09).

Dalam pengamanan itu sebanyak 1.100 personel diterjunkan. Aksi yang semula berjalan damai, kemudian berakhir ricuh.

Beberapa fasilitas umum, seperti pagar BP Batam, kaca pecah dan korban luka juga turut mewarnai aksi menolak relokasi Kampung Tua di Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Kericuhan mulai pecah sekira pukul 12.00 WIB, lemparan batu menghujani ke dalam perkarangan kantor BP Batam.

Warga pun ditembaki gas air mata dan water cannon untuk meredam kericuhan hari itu.

Sekira pukul 13.00 WIB kericuhan dapat diredam. Warga duduk dan menunggu kabar delapan warga Rempang yang sempat ditahan untuk segera dibebaskan. Kabar itu nyatanya tak kunjung sampai.

Sekira pukul 16.00 WIB, bentrokan antara warga dan aparat kembali pecah. Batu mengujani ke arah personel pengamanan.

Kapolresta Barelang memerintahkan PHH Brimob, TNI, Dalmas, Satpol PP dan Ditpam BP Batam untuk melakukan tindakan pembubaran massa.

Kemudian massa aksi terpecah menjadi dua arah, ke arah Kantor LAM Batam dan ke arah simpang One Batam Mall.

Saat berada di dalam gedung LAM Kota Batam, polisi masih menembaki gas air mata. Membuat sebagian warga panik dan ada yang dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara itu, dari data yang diperoleh, korban luka dari pihak pengamanan berjumlah 22 personel, 17 di antaranya polisi, tiga Satpol PP dan dua BP Batam.

Baca juga: Kantor BP Batam Jebol Akibat Ricuh, Kaca Pecah dan Pagar Rusak

Baca juga: Belasan Orang Diamankan Polisi saat Unjuk Rasa Ricuh di Kantor BP Batam

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data sementara, ada 15 polisi yang menjadi korban.

“Anggota kita aja untuk sementara sudah ada 15 orang menjadi korban,” kata Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto.

Tak hanya itu, akibat kericuhan ini, sejumlah fasilitas umum di kantor BP Batam, seperti pagar yang rusak dan kaca jendela pecah.

“Jadi kalau fasum rusak seperti ini, siapa yang bertanggung jawab,” kata dia.

Pihaknya telah mengimbau warga untuk tidak melaukan aksi anarkis. Namun, tak dihiraukan warga. Menurutnya, adanya penyusup dalam aksi sehingga membuat ini menjadi ricuh.

“Saat ini mereka sudah berhasil kita bubarkan. Semoga bisa meredam emosi, jangan mau terprovokasi orang tak bertanggung jawab di sini, sampai ricuh seperti ini,” kata dia. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News