Wabup: Natuna Miliki Kapal Induk Tidak Bisa Ditenggelamkan

  • Bagikan
Wabup: Natuna Miliki Kapal Induk Tidak Bisa Ditenggelamkan
Mendampingi Tim Propinsi survey Lanjutan Pelabuhan Samudra dan KEK Maritim (Foto : Istimewa)

Natuna – Wakil Bupati (Wabup) Natuna Rodhial Huda menyebutkan sebenarnya Indonesia memiliki kapal induk yang tidak bisa ditenggelamkan.

Kapal induk yang dimaksud adalah Kecamatan Pulau Laut di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Wabup Natuna menegaskan, hal ini bisa terwujud jika pemerintah pusat mau membangun Pulau Laut dengan berbagai infrastruktur seperti yang ada di kapal induk.

“Natuna adalah pagar laut nusantara Indonesia, kalau Natuna kuat maka Indonesia juga akan kuat, ” kata Wabup Natuna saat menjadi keynote speaker In House Training Jurnalistik Maritim Berwawasan Kebangsaan Zona-3 Natuna-Anambas, Selasa (28/09).

BACA JUGA: Wabup Natuna: Bandara di Pulau Laut Akan Dibangun Pemerintah

Ia mengatakan, Natuna memiliki berbagai potensi, seperti laut, untuk itu perlindungan, pembangunan khusus bagi Natuna sangatlah penting.

Maka dari itu, kata Wabup Natuna, pemerintah pusat harus membangun Natuna dengan cara memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki Natuna saat ini.

Menurutnya, jika Natuna dibangun dan menjadi maju, berarti bisa dikatakan sebagai sebuah kemajuan juga bagi Indonesia. Sebab, saat ini Natuna selalu diperhatikan oleh negara asing.

“Natuna adalah etalase Indonesia, kalau kapal-kapal asing itu melintasi Natuna maka mereka akan melihat Indonesia yang maju,” tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Kepulauan Riau, Rodial Huda menyampaikan pemerintah pusat berencana membangun bandara di Pulau Laut.

Rencana pemerintah itu membangun bandara sipil dan militer di pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wabup Natuna mengatakan, rencana itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

“Natuna dulu ada rencana membangun bandara sipil di Ranai Pulau Bunguran. Kemarin itu, Menko Marves mengatakan, enggak usah dibangun di situ lagi. Lebih baik bangun di Pulau Laut,” kata Rodial Huda, Rabu (08/09).

(*)

Pewarta: Muhamad Nurman
Redaktur: Muhammad Bunga Ashab

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + 10 =

5 + 4 =