Data Sementara BPBD: 102 Orang Alami Luka Bakar Letusan Gunung Semeru di Lumajang

Data Sementara BPBD: 102 Orang Alami Luka Bakar Letusan Gunung Semeru di Lumajang
Sejumlah korban luka bakar letusan Gunung Semeru dirawat di RSUD Pasirian, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data per 5 Desember 2021 tercatat 13 korban meninggal dunia dan 98 orang terluka dalam bencana letusan Gunung Semeru. ANTARA FOTO/Seno/foc.

Lumajang – Data sementara sebanyak 102 orang mengalami luka bakar akibat letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (05/12).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mencatat data sementara korban terdampak 102 orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia.

“Satu korban meninggal dunia atas nama Poniyem (50), warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo,” kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswoyo saat dihubungi per telepon di Lumajang, Minggu.

Pada Sabtu (4//12) di aliran Sungai Besuk Kobokan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, terjadi banjir lahar dingin dan kepulan asap tebal disertai abu pasir akibat material lava awan panas guguran Gunung Semeru yang terbawa guyuran air hujan, dan mengakibatkan banjir lahar dingin melewati DAS (Daerah Aliran Sungai) Besuk Kobokan.

“Berdasarkan data yang kami terima di Kecamatan Pronojiwo tercatat 45 orang luka-luka dan satu meninggal dunia, sedangkan di Kecamatan Candipuro tercatat sebanyak 57 orang mengalami luka. Sebagian besar korban mengalami luka bakar,” tuturnya.

Menurutnya dampak materiil yakni jembatan Gladak Perak jalur utama arah Lumajang – Malang terputus total sehingga warga di dua kecamatan yakni Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari terisolasi atau tidak ada akses jalan lagi menuju Kota Lumajang.

“Ribuan warga di Desa Supiturang – Kecamatan Pronojiwo dan Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro mengungsi ke masjid dan di kantor desa, serta di sejumlah titik yang dianggap aman,” katanya.

Wawan menjelaskan akses jalan menuju lokasi pengungsi masih tertutup hujan yang disertai abu vulkanik dan BPBD Lumajang terus bergerak untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak letusan Semeru.

“Berdasarkan informasi dari Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur menyebutkan bahwa saat ini status Gunung Semeru tetap pada level II atau waspada,” ujarnya.

BPBD Lumajang menggunakan alat berat wheal loader untuk membuka akses jalan menuju ke Dusun Curah Kobokan dan posko bantuan utama ditempatkan di Pendapa Arya Wiraja Kabupaten Lumajang.

Sementara itu data jumlah pengungsi sementara di Kecamatan Pronojiwo sebanyak 305 orang, di Kecamatan Candipuro sebanyak 409 orang, dan di Kecamatan Pasirian sebanyak 188 orang.

Baca Juga: 13 Warga Dilaporkan Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dunia, yang disebabkan erupsi Gunung Semeru yang terjadi Minggu (5/12) dini hari. Data orang yang meninggal tersebut, berdasakan laporan dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, bahwa erupsi Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur hingga Minggu pukul 09.20 WIB telah menyebabkan 13 orang meninggal dunia.

Menurut siaran pers BNPB yang diterima di Jakarta, Minggu (5/12), dua dari 13 orang yang meninggal dunia berasal dari Curah Kobokan dan Kubuan di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Letusan Gunung Semeru juga menyebabkan puluhan orang terluka, dan harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Menurut data BNPB, sebanyak 41 orang yang terluka telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Penanggal dan kemudian dirujuk ke RSUD Haryoto dan Rumah Sakit Bhayangkara.

Di samping itu, ada 40 orang yang dirawat di Puskesmas Pasirian, tujuh orang di Puskesmas Candipuro, serta sepuluh orang di Puskesmas Penanggal. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *