Paripurna Istimewa HUT Ke-21 Kepri Singgung Penyelesaian Rempang

Paripurna Istimewa HUT ke-21 Kepri
Suasana paripurna istimewa HUT ke-21 Kepri. (Foto: Dok Ulasan)

TANJUNGPINANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kepulauan Riau (Kepri) menyinggung penyelesaian persoalan Pulau Rempang saat paripurna istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kepri di Aula Wan Sribeni, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Ahad (24/09).

Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Kepri Raden Hari Tjahyono turut dihadiri Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina.

Raden mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi perjuangan pemimpin-pemimpin sebelumnya dalam pembentukan Provinsi Kepri, di antaranya, Ismeth Abdullah, Muhammad Sani, Soerya Respationo. Tidak lupa apresiasi untuk gubernur sebelumnya, H Nurdin Basirun, Isdianto, hingga saat ini dipimpin Ansar Ahmad dan Marlin Agustina.

Raden juga mengapresiasi, capaian prestasi Pemprov Kepri, misalnya penuntasan inflasi yang lebih rendah, prestasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) terbaik keempat se-Indonesia, capaian realisasi belanja tertinggi dan pendapatan terbaik nasional. Serta penanganan Covid-19, di mana prestasi tersebut tercatat sebagai provinsi terbaik se-Sumatra. Serta raihan ke-13 kali Opini WTP pada tahun 2022.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak, termasuk pimpinan forkopimda yang turut selaras menyukseskan pembangunan Kepri dan saling bergandengan tangan,” sebutnya.

Baca juga: Gubernur Kepri Pelopori Gerakan Selamatkan Pangan, Ajak Semua Berhemat

Baca juga: Panjat Tiang Bendera saat Upacara HUT ke-21 Kepri: Bang Mar: Spontan Pas Lihat Tali Lepas

Tidak lupa, pimpinan DPRD Kepri ini pun mengharapkan ke depan segala permasalahan warga Kepri bisa diminalisir, seperti masalah Pulau Rempang. Ia menyebutkan, semua pihak tidak menolak investasi masuk ke Kepri. Namun, pemerintah harus selalu mengedepankan kedamaian dan tidak ada pihak yang dirugikan.

“Kami juga memohon izin kepada Allah SWT agar permasalahan Kepri, seperti di Pulau Rempang segera selesai. Kami tidak anti investasi, namun pemerintah harus mengedepankam kedamaian dan tidak ada pihak dirugikan,” harapnya. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News