Pengaduan Perbankan Mendominasi Layanan Laporan OJK Kepri Sepanjang 2023

OJK Kepri
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Rony Ukurta Barus. (Foto: Ist)

BATAM – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menerima 1.294 layanan konsumen, dengan rincian sebanyak 85 pengaduan konsumen, 167 informasi dan 1.024 pertanyaan sepanjang Januari hingga Juli 2023.

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Rony Ukurta Barus mengatakan, dari 85 pengaduan konsumen diterima, pengaduan terbanyak berasal dari sektor perbankan.

“Dari konsumen perbankan sebanyak 42 pengaduan, dari perusahaan pembiayaan dan fintech sebanyak 15 pengaduan, dari perusahaan asuransi sebanyak 11 pengaduan dan dari IKNB lainnya sebanyak 2 pengaduan,” kata Barus, Selasa (18/07).

KOJK Kepri juga memberikan Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK sebanyak 2.368 layanan, baik secara online maupun yang walk in. “Online ada 1.790 layanan dan walk in sebanyak 578 layanan,” kata dia.

Sementara itu Satuan Tugas Penanganan Kegiatan Usaha Tanpa Izin di Sektor Keuangan juga telah memblokir situs PT Bingoby Digital Kreasi (Jombingo) yang beroperasi tidak sesuai izin dan merugikan masyarakat pada 8 Juli 2023 lalu.

“Satgas juga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penipuan dengan modus pesan singkat berisi lowongan kerja paruh waktu,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat agar senantiasa berhati-hati apabila menerima penawaran baik terkait investasi maupun pembiayaan/pinjaman online. Selain itu, masih terdapat modus penipuan dan pencurian data berupa username dan password perbankan atau data penting lainnya menggunakan jaringan internet, yaitu sniffing yang saat ini juga sedang marak.

Baca juga: OJK Kepri Beberkan Investasi Bodong Hingga Pinjol Ilegal

Selain itu, pada April hingga Juni 2023, Satgas kembali menemukan 352 platform pinjaman online ilegal serta 77 konten di Facebook dan Instagram yang menawarkan pinjaman online secara ilegal. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News