PolitikaTerkini

Apri-Roby Luncurkan Program “Bintan Tahan Pangan”

 

Bintan, ulasan.co – Pemikiran Apri Sujadi seolah tidak pernah terkikis oleh waktu.

Keinginannya untuk membangun Bintan, kabupaten tertua di Provinsi Kepulauan Riau itu membuahkan visi-misi yang lahir bukan dari pemikiran fiksi, melainkan program yang wajib dijalankan jika diamanahkan kembali sebagai Bupati Bintan periode mendatang.

Ide dan gagasan brilian kali ini dibeberkannya, lahir dari sebuah keinginan untuk menjadikan lahan subur Bintan membuahkan hasil dari kerja keras para petani lokal.

Proyeksi produktif di tanah kelahirannya itu menghadirkan program “Bintan Tahan Pangan”. Selama lima tahun terakhir, produksi pertanian di Bintan cukup baik, namun ia ingin hasilnya dapat melahirkan petani yang sejahtera, dan mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Bintan.

Dalam wawancara khusus di Wak Copek, Bintan, Rabu (7/10), Apri mengatakan potensi pertanian di Bintan cukup memadai. Lahan yang subur di Bintan terbentang luas. Sebagian lahan sudah dikelola sejak dahulu hingga sekarang, namun produktivitas pertanian perlu ditingkatkan lagi. Ini semata-mata untuk kepentingan petani, masyarakat dan daerah.

Luas lahan yang digarap pun harus seiring dengan produktivitas hasil pertanian.
Karena itu, lahan yang digarap untuk sawah perlu ditingkatkan melalui teknologi pertanian. Melalui teknologi pertanian, dan sumber daya manusia yang memadai, sektor pertanian diyakini akan tumbuh dan berkembang di Bintan.

“Dorongan pemerintah, stimulus dan pembinaan perlu diberikan kepada petani agar Bintan yang subur melahirkan petani yang makmur,” ucapnya.

Pagi Mas
Setelah melihat keberhasilan program-program pembangunan di Bintan selama lima tahun terakhir ini, sangat sulit untuk mengatakan kepemimpinan Apri Sujadi sebagai Bupati Bintan, tidak berhasil, di periode 2016-2021, apalagi jika menyebut tidak berpihak kepada rakyat, sangat tidak mungkin.

Sebab, sejak menjabat Bupati Bintan, pada 17 Februari 2016 lalu, Apri Sujadi langsung berlari kencang merealisasikan janji-janji politiknya, lewat program pembangunan yang disajikan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Bintan.

Apri juga sukses memompa semangat membangun masyarakat yang menyengat bumi Bintan, melalui inovasi program-program unggulan dalam mewujudkan impian besarnya: BINTAN GEMILANG 2025, yang dituangkan dalam visi pembangunan Kabupaten Bintan: “Terwujudnya Kabupaten Bintan yang Madani dan Sejahtera Melalui Pencapaian Bintan Gemilang 2025”.

Impian besarnya itu, ia wujudkan lewat misi khusus, yang fokus di bidang pendidikan, kesehatan, seni budaya dan pariwisata, serta perikanan dan pertanian. Di sektor pendidikan dan kesehatan, misalnya, Apri Sujadi sukses mambangun masyarakat Bintan menjadi manusia yang sehat dan berkualitas. Yang selama ini menjadi kegundahan masyarakat Bintan.

Menuju periode kedua sebagai Bupati Bintan, Apri Sujadi kembali membuat kejutan dengan memperkenalkan program-program unggulan untuk kesejahteraan masyarakat Bintan, 5 tahun ke depan, yang kini menjadi perbincangan publik.

Satu dari sederet program prioritas Apri Sujadi di periode kedua, adalah Program Gerbang Kampung (gerakan gerbang kampung). Dimana setiap kampung, dengan batasan satu RW (rukun warga), akan mendapatjan dana segar Rp 100 juta per tahunnya, selama 5 tahun.

Dana sebesar itu, dapat digunakan setidaknya untuk merealisaikan 4 menu dalam program Gerbang Kampung, yang menjadi andalan penggerak ekonomi masyarakat Bintan yang tinggal di perkampungan. Salah satunya adalah pembangunan Kampung Tahan Pangan.

Apri Sujadi menjelaskan, melalui program Gerbang Kampung, yang salah satunya punya misi untuk membangun Kampung Tahan Pangan, dirinya bersama Roby Kurniawan, calon Wakil Bupati Bintan, ingin membangun ketahaan pangan di kabupaten Bintan, agar pangan masyarakat tetap tercukupi.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendukung program ketahan pangan nasional, yang saat ini digalakkan dalam menghadapi pandemi Cobvid-19.

Apri menyadari bahwa masyarakat petani umumnya tinggal di kampung, maka ketahanan pangan harus diperkuat dari kampung, dan memiliki lahan yang memadai pengembangan sektor pertanian.

Lahan tidur yang selama ini dibiarkan, akan digarap sebagai lahan pertanian. Nantinya, para petani akan di dorong untuk lebih giat lagi dalam mengelola lahan pertanian dengan menanami berbagai aneka ragam tanaman pangan.

Para petani juga akan mendapat pendampingan dari dinas teknis terkait.
Penyuluhan pertanian akan ditempatkan di kampung-kampung, untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Para petani kita gerakkan untuk menggarap lahan tidur untuk dikelola sebagai lahan pertanian, kemudian kita dukung alat-alat pertanian petani, setelah itu, petani juga kita bimbing mulai dari pengelolaan hingga perawatan dan masa panen, agar hasilnya sangat menggembirakan,” papar Apri.

Ia menyebutkan saat ini pertanian padi di Bintan cukup berhasil, yang ditandai dengan peluncuran produk beras Padi Mas, yang merupakan hasil produk pertanian Bintan.

Keberhasilan pertanian padi ini, lanjut Apri, juga akan menjadi motivasi bagi para petani untuk menanam aneka ragam tanaman pagan, seperti cabe, sayur-sayuran, buah-buahan, dan tanaman pangan lainnya.

Selain itu, petani ternak dan tambak, juga akan diberdayakan. Sama seperti pengelolaan pada tanaman pertanian, peternak dan petani tambak juga akan mendapat pendampingan dari dinas teknik terkait.

“Peternak dan petambak juga mendapat dibimbing dari dinas terkait dan tenaga penyuluhan, dari saat pembuatan kandang ternak dan kolam tambak, hingga penyediaa bibit ternak dan benih ikan, serta dalam melakukan perawatan,” katanya.

Semua hasil pertanian akan diutamakan untuk kecukupan masyarakat di sekitar kampung. Akan tetapi, jika konsumsi sudah memadai, hasil panen pertanian, bisa juga dijual untuk menambah pendapatan masyarakat, yang dapat menggerakkan roda ekonomi warga yang tinggal di kampung.

“Melalui Kampung Tahan Pangan, kami ingin kebutuhan pangan masyarakat Bintan tetap tercukupi terutama dalam menghadapi berbagai tantangan seperti pandemi Covid-19, yang sekaligus untuk mendukung program ketahanan pangan nasional,” kata Apri Sujadi.

Dalam upaya peningkatan hasil yang memadai, Apri Sujadi dan Roby Kurniawan, juga akan melakukan modernisasi pertani melalui peralatan yang modern. Menurut Apri, dengan mewujudkan petani modern di Bintan, proses produksi akan lebih cepat dan dengan hasil yang berlipat ganda.

Tags

Related Articles

Back to top button
Close