IndexU-TV

Astaga! Karyawan BUMD Tanjungpinang Belum Gajian Selama Tiga Bulan

Minim Inovasi, BUMD Tanjungpinang "Buntung"
Kantor BUMD Tanjungpinang di Jalan Basuki Rahmat (Foto: Muhamad Nurman)

Tanjungpinang – Sejumlah karyawan PT Tanjungpinang Makmur Bersama, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang mengungkap kekecewaannya lantaran sudah tiga bulan belum menerima gaji.

Salah seorang karyawan menilai, keterlambatan gaji hingga tiga bulan itu melebihi batas wajar.

“Keterlambatan ini sudah dua sampai tiga bulan. Sudah tidak wajar,” tutur karyawan yang enggan disebutkan namanya itu, Selasa (21/09).

Ia mengatakan, keterlambatan dalam menerima gaji di BUMD Tanjungpinang kerap terjadi. Akan tetapi, keterlambatan itu biasanya hanya kisaran empat hingga lima hari kerja.

Karyawan itu pun mengaku prihatin dengan kondisi BUMD saat ini. Ia pun melihat hingga saat ini BUMD tidak memiliki jalan keluar dari permasalahan tersebut.

“Di mana komisaris, direktur, direksi, dan Wali Kota selaku pemegang saham. Padahal sekelas BUMD punya fasilitas,” ujarnya.

Ia pun menyayangkan sikap Wali Kota Tanjungpinang Rahma, yang seolah diam dan tidak tahu. Baginya, wali kota memiliki wewenang untuk menangani hal tersebut.

BACA JUGA: Setelah Heboh, Dirut BUMD Tanjungpinang Sebut Uang Karyawan Sudah Dikembalikan

Lanjutnya, BUMD Kota Tanjungpinang telah memiliki cukup banyak masalah terutama mengenai finansial. Akibat keterlambatan gajinya itu, ia pun mengaku terpaksa harus memutar otak untuk mengatur keuangan keluarganya.

“Ada dampaknya putaran rumah tangga buat belanja macet dan akibatnya untuk agar dapur bisa berasap saya harus berhutang di warung,” tuturnya lagi.

Hal serupa juga disampaikan karyawannya. Menurutnya, hingga saat ini sistem gaji di BUMD Tanjungpinang tidak memiliki tolak ukur dan pertanggungjawaban yang jelas.

Ia pun meminta agar Wali Kota Tanjungpinang Rahma segera menyelesaikan masalah gaji para karyawan BUMD Tanjungpinang.

Sementara itu, hingga saat ini Direktur BUMD Tanjungpinang, Fahmi belum memberikan konfirmasi walaupun sudah dihubungi.

Pewarta: Muhammad Chairuddin
Redaktur: Muhammad Bunga Ashab

Exit mobile version