Bakamla RI Tangkap Kapal Ikan Vietnam saat Curi Ikan di Laut Natuna Utara

Bakamla RI Tangkap KIA Vietnam di Laut Natuna Utara
Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) melalui KN. Marore-322 berhasil menangkap kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara, Jumat (11/08). (Foto: Bakamla RI)

NATUNA – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) melalui unsur KN. Marore-322 berhasil menangkap kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam diduga saat mencuri ikan di Laut Natuna Utara, Jumat (11/08).

Kapal ikan itu ditangkap diduga melakukan penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia di Laut Natuna Utara.

Penangkapan kapal itu diketahui saat KN. Marore-322 pada Jumat melakukan patroli keamanan dan keselamatan laut, melihat adanya satu kapal yang sedang melaksanakan penangkapan ikan di perairan Indonesia pukul 09.58 WIB.

“Melihat hal tersebut, juru radar melaporkan bahwa kapal itu tidak menyalakan AIS dan berposisi di baringan 317 jarak 12 Nautical mile (Nm)” kata Pranata Humas Ahli Muda Bakamla RI Kapten Bakamla Yuhanes Antara dalam rilisnya diterima, Ahad (13/08).

Tidak menunggu lama, kata dia, KN. Marore-322 mendekat ke kapal target. Pada pukul 10.28 WIB dengan jarak 1,4 Nm terlihat secara visual bahwa kapal ikan tersebut merupakan KIA bendera Vietnam dengan nama lambung BD 97178 TS.

Bakamla RI Tangkap KIA Vietnam di Laut Natuna Utara
Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) melalui KN. Marore-322 berhasil menangkap kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara, Jumat (11/08). (Foto: Bakamla RI)

Namun sayangnya, sesaat kemudian kapal target melakukan manuver dengan maksud melarikan diri dari kejaran tim VBSS KN. Marore-322.

“Alhasil pada pukul 10.58 WIB, Tim VBSS berhasil menghentikan dan naik ke kapal target. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen kapal, kru, muatan, serta lokasi KIA berdasarkan GPS,” katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, KIA Vietnam tersebut berisikan 12 anak buah kapal (ABK) serta 5 ton muatan ikan. Selanjutnya, pukul 12.00 WIB KIA ditangkap dan dikawal menuju Batam guna penyelidikan lebih lanjut.

“Dugaan sementara, kapal melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi dokumen dan perizinan yang jelas,” katanya.

Baca juga: Bakamla RI Tangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Iran dan Kamerun di Laut Natuna

Hal ini melanggar UU No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Pasal 5 Ayat 1(b) dan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. (*)

Ikuti Berita Lainnya di Google News