Ada 940 Pesawat Tempur China Melintas di Selat Taiwan Sepanjang 2021

Pesawat Tempur
Dua pesawat tempur China J-11 dan satu pesawat pengebom H-6K saat berpatroli di wilayah udara antara China daratan dan Taiwan. (ANTARA/Xinhua)

Beijing – Sepanjang tahun 2021 tercatat, ada 940 pesawat tempur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) yang dikerahkan melintasi Selat Taiwan.

Jumlah itu bahkan lebih banyak daripada yang dicatat oleh Taiwan.

“Jumlah aktual pesawat yang dikerahkan itu lebih banyak, dari pada angka yang diklaim oleh otoritas Partai Progresif Demokratik (DPP, partai berkuasa di Taiwan),” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional China (MND), Kolonel Senior Tan Kefei, di laman resmi MND yang dipantau ANTARA di Beijing, Jumat (31/12).

DPP belum lama ini menyatakan, telah banyak mendapatkan ancaman dari daratan China dengan adannya 940 pesawat tempur yang diidentifikasi milik PLA terbang di atas wilayah Taiwan sepajang 2021.

Jumlah tersebut menurut DPP, dua kali lipat dari kekuatan yang sama selama dua tahun 2019 dan 2020.

Namun Kolonel Senior Tan Kefei tidak menyebutkan angka pasti, untuk kekuatan militer udaranya ke Selat Taiwan itu.

Ia hanya menyatakan, bahwa pengerahan kekuatan militer tersebut sebagai bagian dari tugas menjaga kedaulatan negaranya.

Baca juga: Presiden Putin Ingatkan Biden Soal Sanksi Barat Terhadap Moskow, Hubungan Kedua Negara Bisa Putus

Tujuan PLA hanya menggagalkan rencana pihak-pihak yang menentang prinsip Satu China, oleh kelompok separatis di Taiwan dan kekuatan asing, demikian Tan.

“PLA akan tetap teguh menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial,” ujar Kolonel Senior Tan Kefei.

Pihaknya juga akan mengambil tindakan konkret, demi melindungi kesejahteraan masyarakat di kedua belah pihak.

Sepanjang 2021, militer China telah beberapa kali melakukan patroli di sekitar Taiwan dengan mengerahkan pesawat pengebom, pesawat mata-mata, dan jet tempur.

PLA juga beberapa kali mengerahkan pasukan, untuk bersama-sama mendukung patroli tersebut.

Otoritas China mengklaim Taiwan bagian tak terpisahkan dari negaranya sebagaimana prinsip Satu China.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *